Ketelitian mengidentifikasi risiko di lapangan membawa Dinar, Masinis Muda KAI Commuter menjadi Juara 1 lomba Berburu Bahaya yang diselenggarakan oleh KAI Commuter.
Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional sekaligus upaya membangun budaya peduli risiko di lingkungan kerja, KAI Commuter menyelenggarakan lomba Berburu Bahaya. Pada ajang tersebut, Masinis Muda KAI Commuter Dinar Ahmad Trifana berhasil meraih Juara 1 berkat ketelitiannya mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja.
Keikutsertaannya pada kompetisi ini didasari motivasi untuk menggalakkan keselamatan dalam bekerja. Menurutnya, hal yang tampak kecil, jika diabaikan dapat berpengaruh pada keselamatan. Oleh karena itu, setiap Insan KAI Commuter diharapkan tidak mengabaikan potensi bahaya, sekecil apa pun, di tempat kerja.

“Keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan prinsip utama dalam menjalankan tugas. Sebagai masinis, kami selalu ditanamkan bahwa keselamatan adalah utama. Hal kecil sekalipun tidak boleh disepelekan karena bisa berdampak besar,” ujar Dinar.
Dalam proses mengidentifikasi bahaya, Dinar aktif menyusuri berbagai lintas operasional, mulai dari area stasiun hingga jalur perjalanan kereta. Salah satu temuan pentingnya adalah kondisi peron yang belum memadai sehingga berpotensi membahayakan proses naik turun penumpang. Selain itu, ia juga menyoroti lintasan yang belum steril dari aktivitas warga maupun hewan ternak yang dapat mengganggu perjalanan kereta.
Tak sekadar mendokumentasikan, setiap potensi bahaya yang ditemukan turut disertai solusi dan dilaporkan melalui sistem yang terintegrasi dengan tim keselamatan perusahaan. Sepanjang periode lomba, Dinar berhasil mengunggah 76 laporan potensi bahaya.
Dinar memandang, pada akhirnya, kompetisi ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi juga sarana membangun kepedulian kolektif terhadap keselamatan kerja. Ia berharap, semangat peduli keselamatan dapat terus tumbuh di kalangan Insan KAI Commuter, sehingga potensi bahaya dapat dicegah sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.