Mengelola Komunikasi, Mengukir Prestasi

Share this article

Kerja kolektif insan KAI Commuter dalam mengelola komunikasi perusahaan membuahkan hasil. Empat penghargaan diraih dalam ajang Public Relations Indonesia Award (PRIA) 2026.

KAI Commuter meraih empat penghargaan dalam ajang Public Relations Indonesia Award (PRIA) 2026 yang digelar di Yogyakarta pada 13 Februari 2026. Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh PR Indonesia ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam memperkuat strategi komunikasi, pengelolaan isu, serta optimalisasi kanal digital dan media internal.

Dalam ajang tersebut, KAI Commuter meraih Gold Winner pada kategori Kanal Digital subkategori Media Sosial. Selain itu, pada kategori Owned Media subkategori Majalah Internal, perusahaan juga meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Gold Winner dan Silver Winner. Penghargaan lainnya diraih oleh Leza Arlan, Public Relation Manager KAI Commuter, yang memperoleh Silver Winner pada kategori PR Anak Usaha BUMN.

Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh insan perusahaan dalam mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan publik. Apresiasi ini juga menjadi bukti upaya KAI Commuter dalam penguatan strategi komunikasi, pengelolaan isu, serta optimalisasi kanal digital dan owned media.

Pengakuan Atas Kerja Keras Praktisi Public Relation

Digelar di kawasan Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, ajang kompetisi ini dihadiri ratusan praktisi komunikasi dari berbagai sektor. Pada penyelenggaraannya yang ke-11 ini, PRIA 2026 menetapkan 269 pemenang dari beragam kategori kompetisi yang diikuti ratusan entri.

Pendiri sekaligus CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, menilai ajang ini bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan momentum bagi para praktisi public relations untuk meninjau kembali peran strategis komunikasi dalam membangun reputasi organisasi. Ia menyebut tingginya jumlah partisipasi dalam kompetisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya kesadaran praktisi komunikasi dalam menjadikan fungsi PR sebagai bagian penting dari tata kelola organisasi.

“Angka ini mencerminkan keseriusan insan PR di Indonesia dalam menjadikan komunikasi sebagai bagian penting dari tata kelola organisasi dan pembangunan reputasi jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asmono menekankan bahwa pengembangan reputasi di era saat ini tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, BUMN, akademisi, hingga komunitas agar komunikasi dapat berperan strategis dalam memperkuat kepercayaan publik.

Selain soal reputasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial turut menjadi sorotan Asmono. Ia mengamini bahwa teknologi kiwari telah menjelma alat bantu yang sangat kuat. Namun, tegasnya, hal tersebut tidak boleh menggantikan nalar dan etika manusia. Tanggung jawab kebijakan komunikasi tetap berada pada praktisi. Integritas insan PR menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

“Semoga penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras, sekaligus pengingat bahwa tanggung jawab kita ke depan semakin besar.”