Agar Tak “Boncos” di Bulan Ramadan

Share this article

Banyak orang tidak mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan di bulan Ramadan. Akibatnya, pengeluaran menjadi tak terkendali dan mengganggu kondisi keuangan.

Banyak yang beranggapan bahwa Ramadan merupakan bulan di mana kita bisa menghemat pengeluran. Asumsinya, dengan menjalani ibadah puasa, menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 13 jam setiap hari selama satu bulan penuh, pengeluaran untuk makan otomatis menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Ramadan justru menjadi momen banyak orang lebih konsumtif.

Banyak orang menjadi lebih boros pada saat Ramadan. Alih-alih cukup berbuka puasa di rumah saja, banyak yang kemudian memilih berbuka di restoran. Namun, berbuka puasa di rumah pun tidak berarti bisa lebih hemat. Pasalnya, kita mudah tergiur membeli aneka hidangan untuk berbuka puasa, bahkan tak jarang berlebihan. Ditambah dengan belanja pakaian dan hampers sebagai hadiah untuk keluarga dan kolega, pengeluaran di bulan Ramadan menjadi sangat besar.

Guna menghindari pengeluaran di bulan Ramadan ini menjadi tak terkendali, penting untuk membuat perencanaan keuangan. Berikut strategi mengelola keuangan saat bulan Ramadan.

 

Buat Anggaran Khusus untuk Ramadan 

Banyak orang tidak menyadari bahwa pengeluaran di bulan Ramadan berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Itulah mengapa banyak orang yang tidak mempersiapkan atau mengalokasikan khusus anggaran untuk memenuhi kebutuhan di bulan puasa ini. Menyiapkan budget khusus Ramadan sejak jauh hari merupakan langkah bijak agar kondisi finansial kita tetap terjaga dengan baik.

 

Terapkan Metode 50-30-20

Setelah menyiapkan anggaran khusus, kemudian pisahkan budget tersebut baik untuk kebutuhan pokok, zakat, sedekah, dan buka puasa bersama. Kita bisa membagi budget tersebut dengan menggunakan metode 50-30-20, yakni 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk buka puasa, hampers, dan belanja pakaian, dan 20 persen untuk sedekah.

 

Beli Kebutuhan Secara Bertahap

Sudah menjadi rahasia umum bahwa menjelang Ramadan dan Idulfitri harga-harga bahan pokok umumnya melonjak tajam. Oleh karena itu, mulailah mencicil kebutuhan pokok secara bertahap sebelum memasuki Ramadan. Kita bisa membeli beras, minyak goreng, gula, tepung, sirup, kurma, dan bahan makanan tahan lama saat menjelang Ramadan. Sementara untuk bahan makanan segar seperti ikan, sayur, dan daging, bisa dibeli pada awal puasa.

 

Catat Pengeluaran Harian

Mencatat semua pengeluaran harian secara terperinci ini penting agar kita bisa mengetahui berapa banyak uang yang kita keluarkan dan digunakan untuk apa saja. Catatan pengeluaran ini juga bisa menjadi referensi bagi kita untuk menyiapkan budget khusus di bulan Ramadan berikutnya.