Fondasi Keberlanjutan KAI Commuter

Share this article

Perjalanan menuju keberlanjutan dimulai dari fondasi yang kuat. Melalui roadmap ESG, KAI Commuter menyiapkan langkah jangka panjang yang melibatkan seluruh insan perusahaan.

Keberlanjutan kini menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai ketahanan dan daya saing perusahaan. Bagi KAI Commuter, pandangan ini tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan dalam langkah strategis melalui penyusunan Roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG) 2026–2030. 

Performance Evaluation Senior Specialist 2 KAI Commuter Diah Bremany Sanjaya menjelaskan bahwa roadmap ESG disusun untuk memastikan penerapan prinsip keberlanjutan KAI Commuter berjalan secara terarah dan terukur. Melalui roadmap ini, perusahaan memetakan program berdasarkan skala prioritas, monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian, serta melakukan perbaikan berkala sehingga implementasi keberlanjutan dapat meningkatkan nilai perusahaan dari tahun ke tahun.

“Keberlanjutan bukan sekadar penilaian atau rating, tetapi bagaimana perusahaan dapat mengelola dan menciptakan nilai jangka panjang pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola di setiap operasional bisnis perusahaan,” ujar Diah.

 

Membangun Fondasi Keberlanjutan

Roadmap ESG 2026–2030 disusun selaras dengan visi perusahaan, RJPP, serta strategi keberlanjutan PT KAI (Persero) sebagai induk perusahaan.

Tahun 2026 menjadi fase penguatan fondasi keberlanjutan di KAI Commuter. Pada fase ini, KAI Commuter membangun sistem pencatatan data ESG, memperkuat tata kelola keberlanjutan, mengintegrasikan aspek ESG ke dalam manajemen risiko, hingga proses pembentukan struktur organisasi yang berfokus pada aspek keberlanjutan perusahaan.

“Tujuannya agar program yang kita buat hingga 2030 dapat terlaksana secara optimal. Ke depan harus ada yang memonitoring program tersebut dan memastikan pelaksanaannya berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan pencapaian yang sudah kita tetapkan.”

Pada tahun 2025 perusahaan telah melakukan shadow rating untuk memetakan posisi awal dan mengidentifikasi area-area yang dapat dilakukan peningkatan (area of improvement) oleh perusahaan. Hal tersebut menjadi basis strategi tahun ini, dimana KAI Commuter akan mengikuti ESG rating dari lembaga pemeringkat ESG internasional.

 

Dari Efisiensi Energi hingga Budaya ESG

Pada fase berikutnya fokus keberlanjutan tidak hanya berhenti pada penyusunan kebijakan, inisiatif-inisiatif terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola diterapkan melalui program yang mendukung operasional perusahaan. 

Pada aspek lingkungan, perusahaan akan memperkuat program efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan limbah, serta identifikasi risiko perubahan iklim. Sebagian praktik tersebut sebenarnya telah berjalan selama ini, mulai dari penghematan listrik di lingkungan kerja, penyediaan fasilitas isi ulang air minum di stasiun, hingga penggunaan tempat sampah terpilah.

Pada aspek sosial, perusahaan melakukan pengembangan kompetensi karyawan, perlindungan hak asasi manusia, peningkatan kesejahteraan pekerja, serta penguatan budaya keberlanjutan di lingkungan kerja. Sementara pada aspek tata kelola, perusahaan memperkuat transparansi, manajemen risiko, kepatuhan, dan integritas organisasi melalui kebijakan.

Diah menjelaskan, roadmap ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja. Program ESG dilakukan secara sinergi antara seluruh divisi melalui target dan rencana aksi sesuai dengan masing-masing peran unit.

Menuju Sustainability Maturity 2030

Lebih jauh Diah menjelaskan, pada 2030, KAI Commuter menargetkan tercapainya sustainability maturity, yaitu kondisi ketika prinsip keberlanjutan telah terintegrasi secara menyeluruh ke dalam proses bisnis perusahaan.

Salah satu target yang ingin dicapai adalah hadirnya dashboard Sustainability yang memungkinkan pemantauan data keberlanjutan secara lebih efektif dan terhubung dengan ekosistem Grup KAI. Selain itu, perusahaan juga menargetkan penguatan tata kelola keberlanjutan, evaluasi kinerja ESG secara berkala, sehingga aspek keberlanjutan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan.

Bagi Diah, aspek keberlanjutan sesungguhnya tidak memiliki garis akhir. Yang terpenting adalah memastikan setiap program terus berjalan dan menjadi bagian dari keberhasilan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah.

“Tujuan akhirnya adalah ESG menjadi bagian dari proses bisnis KAI Commuter. Semua divisi bersinergi, berkontribusi, dan keberlanjutan menjadi budaya yang terus dijalankan.”