Dari Satu Tim Menjadi Komunitas

Share this article

Di balik layar ponsel dan koneksi internet, Commuter Esports membangun sesuatu yang lebih dari sekadar permainan: ruang untuk berkompetisi, belajar, dan bertumbuh bersama.

Commuter Esports terbentuk pada 2019. Menurut Welldan Bagus, komunitas ini berawal dari enam Insan KAI Commuter yang memiliki hobi bermain gim dan memutuskan membentuk sebuah tim. Tanpa melalui proses seleksi, tim tersebut lahir dari kesamaan minat serta keinginan untuk menguji kemampuan dalam turnamen Mobile Legends yang diselenggarakan oleh PT KAI (Persero).

“Alhamdulillah, pertama kali mencoba turnamen kami langsung Juara II dan diundang menghadiri ulang tahun KAI yang ke-74 di Bandung,” terang Welldan.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 sempat menghentikan berbagai kegiatan kompetisi. Namun ketika aktivitas kembali berjalan, semangat para pemain justru semakin besar. Berbagai turnamen seperti Harhubnas, Mini PORKA, hingga kompetisi antarkaryawan kembali menjadi ruang bagi para pemain untuk mengasah kemampuan dan memperluas jaringan pertemanan.

 

Lebih dari Sekadar Mencari Kemenangan

Bagi Pandu Sandy Nugroho, turnamen tak hanya menuntut kemampuan teknis individu, tetapi juga kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan antarpemain. Karena itulah para anggota tidak hanya bermain untuk menaikkan peringkat. Komunitas ini juga rutin melakukan latih tanding untuk membangun chemistry dan membiasakan diri menghadapi tekanan pertandingan.

“Kegiatan rutin kami adalah mabar via online. Dengan jadwal kerja yang berbeda-beda, para anggota lebih sering berinteraksi melalui pertandingan daring.”

Sejak terbentuk tujuh tahun lalu, Commuter Esports memiliki anggota lebih dari 100 orang yang terbagi ke dalam 12 tim. Angka ini belum mencakup tim dari PKWT.

Dalam perjalanannya, Commuter Esports terus menunjukkan konsistensi di berbagai ajang kompetisi. Setelah meraih Juara II pada Turnamen HUT KAI 2019, komunitas ini kembali menorehkan prestasi sebagai Juara II Mini PORKA SPKA KAI 2022, Juara III Turnamen Harhubnas 2024, dan Juara III KAI Esport Tournament 2025.

Mencari Talenta yang Belum Terlihat

Mijil Jalu Prianggo menilai, potensi esports di KAI Commuter sangat besar, hanya saja kesempatan untuk berkompetisi masih belum banyak digelar. Oleh karena itu, selain turnamen esports pada ajang Commuter Sport Competition, ia berharap agar KAI Commuter rutin mengadakan liga reguler setiap tahunnya.

“Melalui liga reguler, kita bisa merangkul banyak pemain sekaligus melahirkan bibit-bibit baru yang kompetitif sehingga nantinya KAI Commuter semakin berprestasi dalam turnamen esports.”

Alan Kastolani berharap, selain kompetisi rutin, KAI Commuter diharapkan membuat sistem seleksi yang terbuka bagi seluruh pegawai. Menurutnya, untuk membentuk tim yang hebat, perusahaan dapat memilih pemain-pemain unggulan dari setiap tim.

“Seleksi ini bisa menjadi wadah untuk menggabungkan talent-talent terbaik ke dalam satu tim unggulan yang nantinya bisa mewakili perusahaan dalam ajang kompetisi.”