Menciptakan Perubahan Melalui Inovasi

Share this article

Di balik setiap inovasi yang diterapkan di KAI, ada budaya yang terus dibangun, salah satunya melalui Innovation and Improvement Award (IIA). Vice President of Corporate Culture KAI Dhesca Prakoso Setiawan menjelaskan bagaimana IIA menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.

 

Bisa jelaskan tentang Innovation and Improvement Award (IIA)?

IIA merupakan ajang apresiasi bagi Insan KAI Group yang berhasil menciptakan inovasi. Program ini menjadi bagian dari implementasi prinsip continuous improvement dalam siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) maupun standar Sistem Manajemen Mutu ISO, khususnya pada klausul improvement. Karena itu, yang dinilai bukan sekadar ide, melainkan inovasi yang sudah diterapkan dan menghasilkan manfaat nyata. Program ini telah diselenggarakan sejak 2012.

Siapa saja yang dapat mengikuti IIA?

Seluruh Insan KAI Group. Menariknya, setiap karyawan dapat mendaftarkan inovasinya secara mandiri melalui aplikasi e-Innovation yang telah terintegrasi dengan aplikasi kepegawaian. Artinya, karya tidak harus diajukan melalui unit kerja atau perusahaan terlebih dahulu.

Apa saja kategori inovasi yang dapat diikutsertakan?

IIA memiliki empat kategori, yaitu kategori kelompok, individu, proyek, dan nonteknis. Perbaikan prosedur kerja, penyederhanaan proses bisnis, maupun penyusunan SOP yang mampu meningkatkan efisiensi atau menambah pendapatan juga termasuk inovasi yang layak diapresiasi, meskipun tidak menghasilkan produk atau teknologi baru.

Seberapa besar dampak inovasi yang lahir dari IIA?

Salah satu contohnya adalah fitur Female Seat pada Access by KAI. Inovasi ini meningkatkan kenyamanan pelanggan, memperkuat citra perusahaan, sekaligus mendukung peningkatan loyalitas pengguna. Karya tersebut juga mewakili KAI dalam ajang inovasi tingkat nasional.

Selain IIA, bagaimana KAI membangun budaya inovasi?

KAI menyediakan ruang bagi karyawan untuk menyampaikan ide melalui Crazy Box. Selain itu, inovasi juga menjadi salah satu core competency Insan KAI, sehingga setiap karyawan didorong untuk menunjukkan kontribusi inovasinya dalam proses pengembangan kompetensi.

Bagaimana Anda melihat perkembangan budaya inovasi di KAI Commuter?

Perkembangannya cukup menggembirakan. Jumlah karya yang diikutsertakan dalam Commuter Innovation Competition (CIC) terus meningkat. CIC menjadi langkah penting dalam menumbuhkan budaya inovasi di KAI Commuter. 

Apa kunci utama agar budaya inovasi terus berkembang?

Komitmen pimpinan menjadi fondasi utama. Dukungan direksi hingga para pemimpin unit akan memudahkan lahirnya budaya inovasi di seluruh organisasi. Di saat yang sama, sosialisasi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak Insan KAI terdorong untuk berpartisipasi. Harapannya, inovasi tidak lagi dipandang sebagai agenda kompetisi semata, melainkan menjadi bagian dari cara bekerja sehari-hari demi menjaga keberlanjutan perusahaan.