Di Balik Langkah Menuju Juara

Share this article

Commuter Chess Club (CCC) berhasil meraih Juara II kategori Individu dan Juara II ketegori Beregu dalam ajang Chess Cup Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) 2026. 

Banyak yang beranggapan bahwa catur hanya permainan individu. Anggapan tersebut tak sepenuhnya keliru. Namun ketika dimainkan dalam format beregu, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan setiap pemain, melainkan juga oleh strategi tim, kemampuan membaca situasi, dan kekompakan antaranggota.

Nilai-nilai itulah yang menjadi modal Commuter Chess Club (CCC) dalam menorehkan prestasi pada ajang Chess Cup SPKA 2026.

Ali Akbar menuturkan, perjalanan tim bermula dari proses seleksi yang dilaksanakan oleh KAI Commuter. Dari lebih dari 20 peserta yang mengikuti seleksi, hanya lima pemain terbaik yang terpilih untuk mewakili perusahaan.

“Setelah terbentuk tim, kami berlatih secara mandiri maupun bersama melalui pertandingan sparing. Setiap sesi latihan tidak hanya menjadi ajang mengasah kemampuan bermain, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dan mengevaluasi strategi,” terang Ali.

Bangkit Setelah Kekalahan

Agus, peraih Juara II kategori Individu menambahkan, saat turnamen berlangsung, CCC menghadapi tantangan yang tak sederhana. Sebagian besar tim lawan menempatkan pemain terkuat mereka di meja satu dan dua. Alih-alih mengikuti pola yang sama, tim KAI Commuter memilih pendekatan berbeda.

Susunan pemain di setiap meja diatur secara dinamis berdasarkan kekuatan lawan yang akan dihadapi. Strategi ini membuat lawan kesulitan membaca pola permainan tim.

“Kami tidak ingin lawan bisa menebak strategi kami. Karena itu posisi pemain terus disesuaikan berdasarkan analisis yang kami lakukan,” ujar Agus.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Keunggulan pemain terbaik justru ditempatkan pada meja yang dianggap paling berpeluang menghasilkan poin. Strategi yang tidak lazim itu menjadi salah satu kunci keberhasilan tim selama turnamen.

Kendati demikian, perjalanan menuju podium tidak selalu berjalan mulus. Pada pertandingan pertama, tim KAI Commuter harus menerima kekalahan tipis. Namun hasil tersebut justru menjadi titik balik. Setelah kekalahan di laga pembuka, CCC terus meraih poin hingga berhasil melaju ke babak final.

Menjunjung Kebersamaan dan Kolaboratif

Putu Semadi menambahkan, selain pemain yang bertanding, anggota yang berada di bangku cadangan juga memegang peran penting. Mereka bertugas mengamati pola permainan lawan, mencatat kekuatan dan kelemahan setiap peserta, serta memberikan masukan strategis kepada tim.

Putu berharap, KAI Commuter dapat menggelar kompetisi catur dalam ajang Commuter Sport Competition. Menurutnya, catur merupakan olahraga berpikir yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan otak. Selain itu, olahraga ini juga menjunjung kebersamaan, selaras dengan budaya kerja KAI Commuter yakni kolaboratif.

Selaras dengan Putu, Hadidi berharap KAI Commuter dapat menggelar kompetisi catur setiap tahunnya. Menurutnya, selain meningkatkan kemahiran bermain catur, kompetisi juga menjadi cara untuk mendapat bibit-bibit baru yang potensial sehingga meningkatkan prestasi perusahaan dalam berbagai ajang kompetisi.