Bagi KAI Commuter, masa angkutan lebaran bukan tentang rutinitas tahunan, melainkan sebagai kesempatan untuk memperkuat makna pelayanan dan melayani lebih banyak pengguna Commuter Line.
Libur panjang Idulfitri mengubah mobilisasi masyarakat Indonesia dalam menggunakan transportasi publik, termasuk Commuter Line. Pada momen libur panjang ini, pengguna Commuter Line didominasi oleh pengguna musiman yang akan bersilaturahmi ke sanak saudara, berkunjung ke tempat-tempat wisata maupun ke pusat perbelanjaan. Sebagai upaya menghadirkan pengalaman terbaik kepada para pengguna Commuter Line, KAI Commuter merancang rencana operasi angkutan lebaran 2025.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan, dalam menyambut masa lebaran 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menetapkan masa angkutan lebaran yakni sejak 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025. Pada rentang waktu tersebut, KAI Commuter menghadirkan Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 24 Maret 2025 hingga 8 April 2025. Posko ini hadir di seluruh wilayah operasional perusahaan, yakni Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Pada masa angkutan lebaran tahun ini, kami mengoperasikan 88 trainset untuk Jabodetabek, 4 trainset untuk Jogjakarta, 5 trainset untuk Commuter Line Basoetta dengan frekuensi perjalanan mencapai 1.063 perjalanan setiap harinya,” terang Joni.
Joni menambahkan, pada masa angkutan lebaran 2025, frekuensi perjalanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek mencapai 23.231 perjalanan dengan total kapasitas penumpang mencapai 44.09 juta. Sementara frekuensi perjalanan Commuter Line di seluruh wilayah operasional KAI Commuter mencapai 28.237 perjalanan dengan total kapasitas angkut mencapai 48 juta penumpang.

Tingkatkan Fasilitas dan Personel Pengamanan
Selaras dengan harapan KAI Commuter untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada pengguna setia Commuter Line, terutama pada masa angkutan lebaran, perusahaan menyiagakan 25 agen yang bertugas di Command Center Room (CCR). Terbagi ke dalam tiga shift kerja, seluruh agen bertugas melayani pengaduan, komplain, dan memberikan informasi kepada para pengguna Commuter Line.
KAI Commuter juga menyiagakan 345 personel passenger services dan 49 personel kondektur dan customer on train. Menurut Joni, di masa angkutan lebaran, umumnya terjadi lonjakan penumpang di di sejumlah stasiun. Oleh karena itu, KAI Commuter menambah 12 personel announcer di stasiun-stasiun tersebut. Total announcer yang bertugas semasa angkutan lebaran mencapai 239 orang.
“Kami juga telah meluncurkan Kartu Disabilitas. Dengan adanya kartu ini diharapkan bisa lebih memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penyandang disabilitas,”jelas Joni.
Guna meningkatkan kenyamanan bagi pengguna Commuter Line, KAI Commuter juga memasang tenda di sejumlah stasiun yang diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang seperti Stasiun Bogor, Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Tangerang.
Mengingat intensitas hujan di Jabodetabek masih cukup tinggi, KAI Commuter menyediakan fasilitas pengering payung di 14 Stasiun. Sementara untuk mengantisipasi terjadinya antrean panjang ke kamar mandi, KAI Commuter telah menambah fasilitas toilet portable.
Lebih jauh Joni menjelaskan, seluruh kenyamanan yang dihadirkan akan terasa sia-sia tanpa adanya kepastian akan keamanan selama di perjalanan. Oleh karena itu, KAI Commuter menyiagakan 2.300 personel PAM Station (Petugas Pengamanan Stasiun), 772 PAM WALKA (Petugas Pengamanan di Dalam Kereta), dan 34 personel PAM Tertutup. Total petugas pengamanan di masa angkutan lebaran mencapai 4.258 personel.
Terkait PAM Tertutup, lanjut Joni, disiagakan oleh KAI Commuter di sejumlah titik yang berpotensi terjadinya kejahatan. Para petugas ini bertugas memitigasi atau melakukan pencegahan di wilayah yang terdapat potensi bahaya. Personel PAM Tertutup terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (POLRI), dan Insan KAI Commuter.
“Kami juga menghadirkan Posko Kesehatan di seluruh wilayah operasional KAI Commuter. Total personel yang kami siagakan di Jabodetabek dan Merak mencapai 116 orang,” ucap Joni.

Teguhkan Hati dan Niat Tulus Melayani
Selain memastikan kesiapan sarana dan prasana, KAI Commuter juga memastikan agar seluruh Insan KAI Commuter dapat memberikan kinerja terbaik di masa angkutan lebaran ini dengan menggelar Pembinaan dan Doa Bersama Persiapan Posko Angkutan Lebaran 2025 di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto dalam kegiatan Pembinaan dan Doa Bersama yang dilaksanakan di Gedung Train Operation, Depok, Jawa Barat pada Rabu, 19 Maret 2025 mengatakan, Posko Angkutan Lebaran merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Kendati demikian, seluruh Insan KAI Commuter harus mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. Mempersiapkan segala sesuatu dengan baik merupakan standar kerja yang harus dilaksanakan setiap hari, termasuk di masa angkutan lebaran.
“Pastikan fasilitas stasiun berfungsi dengan baik. Kalau tidak berfungsi dan tidak bisa digunakan untuk umum, lapor. Pimpinan yang menerima laporan harus segera menanganinya. Ini penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang,” ucap Asdo.
Asdo menambahkan, Insan KAI Commuter yang bertugas melintas di jalur kereta api harus selalu menggunakan alat pelindung diri. Atribut keselamatan ini penting agar dapat terlihat dengan jelas oleh masinis dan petugas langsir. Ia juga mengingatkan agar seluruh Insan KAI Commuter mematuhi Lima Budaya Keselamatan.
Mengutip perkataan Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama Republik Indonesia, Asdo mengajak seluruh Insan KAI Commuter untuk bangga menjadi bagian dari perusahaan transportasi publik. Setiap hari, KAI Commuter mengantarkan para musafir dengan berbagai kepentingan. Ada yang hendak pergi ke pasar untuk berdagang, bekerja, dan mengunjungi sanak saudara. Upaya memudahkan para musafir ini akan dicatat sebagai amal ibadah.
“Posko angkutan lebaran merupakan ladang amal yang luas. Oleh karena itu, laksanakan dan layani pelanggan dengan tulus, ikhlas, dan sepenuh hati agar pekerjaan yang kita lakukan menjadi berkah.”
Pullquote:
“Posko angkutan lebaran merupakan ladang amal yang luas. Oleh karena itu, laksanakan dan layani pelanggan dengan tulus, ikhlas, dan sepenuh hati agar pekerjaan yang kita lakukan menjadi berkah.”
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto