Operasi perdana KRL CLI-125 disambut gembira oleh masyarakat. Ada yang memotret, memvideokan, dan tak sabar untuk segera merasakan sensasi menaiki KRL seri CLI-125.
Langkah-langkah kaki yang biasanya bergegas seketika melambat. Pandangan mereka tertuju pada rangkaian kereta yang hendak memasuki peron di Stasiun Manggarai. Sebagian orang spontan mengeluarkan telepon genggamnya untuk mengabadikan kereta rel listrik yang dominasi warna merah putih itu. Sebagian lain bergeming menyaksikan kedatangan kereta generasi terbaru milik KAI Commuter.
Pagi itu, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2025, KAI Commuter mengoperasikan tiga trainset KRL baru seri CLI-125. Dalam operasi perdana KRL baru tersebut, Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto mengatakan, rangkaian KRL baru ini merupakan tahap pertama dari total 27 trainset baru yang akan dihadirkan oleh KAI Commuter.
“CLI merupakan singkatan dari Commuter Line Indonesia. Adapun angka 1 menunjukkan bahwa kereta ini merupakan generasi pertama. Sementara angka 25 menujukkan tahun operasi, yakni 2025,” terang Asdo.
Asdo menambahkan, satu rangkaian KRL baru ini terdiri dari 12 kereta. Dengan daya tampung yang lebih besar dibandingkan dengan seri KRL sebelumnya, satu kereta mampu menampung 289 orang. Total kapasitas yang mampu diangkut KRL seri CLI-125 dalam sekali jalan mencapai 3.400 orang.
Pada tahap pertama, dua rangkaian kereta baru ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan line Bogor. Sementara satu trainset lainnya ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan pengguna Commuter Line Cikarang. Menurut Asdo, line Bogor dan Cikarang diprioritaskan lantaran volume penumpangnya menempati peringkat pertama dan kedua volume tertinggi pengguna Commuter Line.
Bahagia dan Bangga Bercampur Menjadi Satu
Antusias hadirnya KRL seri CLI-125 ini tak hanya dirasakan oleh para pengguna Commuter Line, tetapi juga Masinis Muda KAI Commuter Muhammad Ainul Yakin. Terpilih sebagai salah satu dari tiga masinis yang dipercaya mengoperasikan perdana seri CLI-125, ia mengaku sangat antusias sekaligus deg-degan lantaran ingin mengantarkan penumpang dengan nyaman, aman, dan selamat.
“Tapi, ketika melihat ekspresi bahagia para penumpang, melihat banyaknya yang memfoto dan memvideokan, rasa deg-degan itu hilang dan berganti menjadi percaya diri. Perlahan muncul rasa bangga karena mampu menghadirkan senyum di wajah para penumpang,” ucap Ainul.
Rasa haru dan bangga juga dirasakan oleh Azril Febrian Sanusi, Masinis Muda KAI Commuter. Menurutnya, semringah yang tampak di wajah para penumpang KRL CLI-125 sontak membuat hatinya dipenuhi dengan rasa bahagia. Hatinya semakin terasa penuh dengan kebahagiaan tatkala mendengar bahwa banyak pengguna Commuter Line yang tak sabar ingin merasakan sensasi menaiki KRL CLI-125.
“Perasaan saya semakin campur aduk ketika mendengar banyak penumpang yang sengaja melewatkan perjalanan kereta api lantaran menunggu kesempatan untuk bisa menaiki seri CLI-125 ini,” ujar Febrian.
Senada dengan Febrian, Rengas Widayu, Masinis Muda KAI Commuter yang bertugas melayani line Cikarang merasa takjub dengan antusias para pengguna Commuter Line. Ia mengatakan, perjalanan pertama dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Angke dijadwalkan pada pukul 06:20 WIB. Namun, sejak pukul 06:00 Wib, peron di Stasiun Manggarai sudah dipenuhi pengguna Commuter Line yang bersiap mengabadikan KRL seri CLI-125 melalui telepon genggamnya.
“Bahkan, para pekerja kantoran yang biasanya cuek, ikut mengeluarkan telepon selulernya untuk merekam. Melihat mereka senang, saya jadi ikut senang juga,” ujar Rengas.

Tampilan Baru, Teknologi Terbaru
Kendati mengadopsi teknologi kereta api termutakhir, ketiga masinis KAI Commuter ini tak kesulitan untuk mengoperasikan CLI-125. Menurut mereka, masinis KAI Commuter telah terbiasa mengoperasikan berbagai seri KRL, baik buatan luar negeri, maupun dalam negeri.
Menurut Ainul, dibandingkan dengan seri KRL yang lain, perbedaan paling terasa pada seri KRL terbaru ini terletak pada teknologi yang digunakan. “CLI-125 menggunakan teknologi Train Control Monitoring System (TCMS). Semua sistem kereta terpantau di TCMS ini. Termasuk ketika ada gangguan dapat dilihat dalam TCMS ini,” terang Ainul.
Febrian menambahkan, selain tampilan eksterior yang lebih segar, interior KRL baru ini juga berbeda dengan seri sebelumnya. Di dalam kabin masinis tersedia satu tuas pengemudi atau master control. Posisi duduk masinis berada di tengah dengan area pandang atau visibilitas lebih luas. Kemudian, dari sisi pengereman dan akselerasinya sangat baik.
Adapun Rengas menambahkan, selain mampu menampung penumpang lebih banyak, KRL baru ini dilengkapi dengan passenger information system yang lebih modern. Jika sebelumnya penumpang hanya bisa melihat satu stasiun berikutnya, di KRL ini, penumpang bisa melihat dua stasiun yang hendak dituju. Pilihan menu di passenger information system juga sudah menggunakan teknologi termutakhir.
Semakin Baik dalam Melayani
Hadirnya KRL CLI-125 merupakan bagian dari upaya KAI Commuter untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan. Agar layanan yang diberikan tetap prima, Ainul mengajak seluruh pihak terus menjaga sarana KRL baru ini sehingga dapat terus menghadirkan manfaat bagi pengguna Commuter Line.
“Saya berharap kereta ini dijaga bersama, baik oleh KAI Commuter maupun penumpang. Jangan sampai setelah lama digunakan, kenyamanannya berkurang. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Ainul.
Sementara Febrian berharap kehadiran kereta baru ini dapat meningkatkan mutu layanan, khususnya di jalur-jalur padat. “Dengan hadirnya CLI-125, semoga pelayanan KAI Commuter, terutama di Central Line dan Loop Line Bekasi–Cikarang, bisa lebih prima dan memuaskan,” kata Azril.
Senada dengan Febrian, Rengas berharap kereta baru dapat dihadirkan di lintas lain yang belum terjangkau. “Semoga KAI Commuter menambah kereta baru di jalur-jalur lain seperti Nambo, Rangkasbitung, dan Tangerang agar semakin banyak yang beralih menggunakan transportasi publik.”

Pullquote:
“CLI merupakan singkatan dari Commuter Line Indonesia. Adapun angka 1 menunjukkan bahwa kereta ini merupakan generasi pertama. Sementara angka 25 menujukkan tahun operasi, yakni 2025.”
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto