KAI Commuter Gelar FGD Bareng Top Manajemen

Share this article

FGD  ini diharapkan menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman pekerja mengenai etika bermedia sosial, integritas, dan tata kelola perusahaan yang baik.

KAI Commuter menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Bareng Top Manajemen 2026. Mengusung tema Jangan Anggap Sepele Media Sosial Bukan Zona Bebas dan Waspada Gratifikasi, Penyuapan, dan WBS, kegiatan ini di Commuter Line Hall pada 4 Juni 2026.

Direktur Utama KAI Commuter Mochamad Purnomo Sidi menyampaikan bahwa media sosial telah menghadirkan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi. Namun, penggunaannya juga memiliki risiko yang perlu dipahami oleh setiap pekerja.

“Media sosial memiliki konsekuensi hukum dan berpengaruh pada reputasi diri maupun perusahaan,” ujar Purnomo.

Ia menambahkan, KAI Commuter telah memiliki peraturan yang menjadi panduan bagi Insan KAI Commuter untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, Purnomo juga menegaskan bahwa Whistleblowing System (WBS) merupakan sarana untuk mendukung transparansi, integritas, dan keberlanjutan perusahaan.

“Semoga kegiatan FGD ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menerapkan integritas sebagai budaya kerja sehari-hari.”

Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Kelembangaan KAI Atih Nurhayati mengingatkan bahwa KAI Commuter merupakan wajah KAI Group yang setiap harinya berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap pelanggaran etika dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap seluruh KAI Group.

“Pelanggaran pada satu entitas dapat menurunkan kepercayaan publik, regulator, dan mitra bisnis seluruh KAI Group,” jelas Atih.

Ia juga menegaskan bahwa pelanggaran etika dapat memengaruhi pengembangan karier pekerja. Terkait WBS, Atih mengingatkan bahwa sistem tersebut bukan sarana balas dendam, melainkan mekanisme untuk menjaga perusahaan tetap berjalan secara sehat, transparan, dan berintegritas.