Semangat kompetitif dan strategi yang solid menjadi kunci keberhasilan tim Commuter Esport meraih juara tiga dalam ajang Internal KAI Esports Tournament 2025.
Berkat semangat juang dan kekompakan tim, KAI Commuter kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim Commuter Esports berhasil meraih juara 3 nasional dalam ajang Internal KAI Esports Tournament 2025. Dilaksanakan di Stasiun Gambir pada 28 September 2025, turnamen Mobile Legends ini diikuti oleh 103 tim dari 9 Daop dan 4 Divre di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero), sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 KAI.
Tim Commuter Esports yang beranggotakan Nopa Ditia, Weldan Bagus, Alan Kastolani, Naufal Fauzi, dan Moch. Faiz tampil meyakinkan sejak babak penyisihan. Setelah menjuarai babak regional DAOP 1 Jakarta, mereka melaju ke tingkat nasional dan berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah.
Weldan Bagus menuturkan, komunitas Esports di KAI Commuter sejatinya bukan pendatang baru di dunia gim kompetitif internal KAI. Komunitas ini sudah terbentuk sejak 2019 dan telah meraih berbagai penghargaan, salah satunya juara dua dalam turnamen Esport yang diselenggarakan pertama kali oleh KAI.
“Tim ini sebetulnya dibentuk untuk kompetisi Mini Porka. Kami juga sempat berpartisipasi dalam ajang Hari Perhubungan Nasional 2025. Melalui proses seleksi, tim kami terpilih untuk mewakili KAI Commuter dalam ajang Internal KAI Esports Tournament 2025,” terang Weldan.

Seleksi Regional hingga Juara Tiga Nasional
Nopa Ditia menuturkan, perjalanan tim Commuter Esports dimulai dari seleksi tingkat DAOP 1 Jakarta yang diikuti sekitar sepuluh tim. Di babak awal, tim ini harus berhadapan dengan tim internal KAI Commuter. Melalui permainan yang solid dan koordinasi yang baik, tim Commuter Esports berhasil menembus partai final dan mengalahkan tim dari LRT Jakarta, sehingga berhak mewakili DAOP 1 di tingkat nasional.
Tanpa jeda panjang, mereka langsung berlaga di babak nasional menghadapi tim-tim kuat dari berbagai wilayah. Di pertandingan pertama, tim Commuter Esports menaklukkan DAOP 5 Purwokerto, lalu melanjutkan kemenangan atas DAOP 4 Semarang. Laga semifinal melawan DIVRE 2 berlangsung sengit dan harus diakhiri dengan kekalahan tipis 2–1.
“Perebutan posisi tiga berlangsung pukul 10 malam. Kami melawan DIVRE 1 dan berhasil menang 2:0 sehingga meraih juara 3 nasional,” terang Nopa.
Moch. Faiz menambahkan, momen paling menegangkan terjadi bukan saat bertanding di tingkat nasional, melainkan saat menghadapi sesama tim internal KAI Commuter. Pertandingan tersebut menjadi ujian mental tersendiri, terutama setelah pengalaman kekalahan pada turnamen sebelumnya. Menurutnya, kemenangan ini menjadi momen yang sangat membahagiakan.

Strategi Membangun Chemistry
Meski tampil solid sepanjang turnamen, persiapan tim Commuter Esports terbilang sederhana. Menurut Naufal Fauzi, mereka lebih banyak membangun kekompakan melalui sesi bermain bersama dan sparring ringan dengan tim lain. Pendekatan ini dilakukan bukan semata untuk mengejar kemenangan, tetapi untuk memperkuat chemistry dan rasa percaya antaranggota tim.
“Untuk memantapkan skill dan chemistry, pembagian tugas sudah ditetapkan. Soft call perang biasanya dari Nopa, Weldan, dan Alan. Saya dan Faiz biasanya hanya mengikuti arahan,” terang Naufal.
Weldan berharap, kemenangan ini semakin menguatkan komunitas Esports di KAI Commuter dan mendorong manajemen agar memperbanyak kompetisi Esport di internal perusahaan. Menurutnya, KAI Commuter perlu melakukan regenerasi pemain dan salah satu cara melahirkan pemain-pemain andal ialah dengan rutin mengadakan kompetisi.