Komunitas Pencinta Basketball KAI Commuter

Share this article

Tak harus jago dan berpengalaman. Di Commuter Basketball, siapa pun bisa bermain, berlatih, dan menyalurkan kegemaran bermain basket bersama.

Sorak-sorai menggema di Cougar Basketcourt, Tebet, malam itu. Di atas lapangan, dua tim dari dunia perkeretaapian, yakni Combat dan DJKA Basketball beradu strategi dan stamina dalam sebuah pertandingan persahabatan yang berlangsung pada 12 Juni 2025. Kendati tampil all out sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berlangsung hangat dan penuh tawa.

Bintar Alfurqan, Kapten Combat, menuturkan, Combat merupakan singkatan dari Commuter Basketball, sebuah komunitas basket yang tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan hobi, tetapi juga simbol kebersamaan lintas divisi di KAI Commuter. Komunitas pencinta basket di KAI Commuter ini terbentuk sejak 2021. Combat lahir berkat keinginan sejumlah Insan KAI Commuter untuk mengikuti kompetisi basket dalam ajang Kapolri Cup 2021.

“Kami mulai dari tanya-tanya saja, siapa yang hobi basket dan tertarik ikut kompetisi Kapolri Cup. Dari situ, pelan-pelan semakin ramai yang ikut, akhirnya terbentuklah komunitas ini,” jelas Bintar.

Lebih dari sekadar menyalurkan hobi, Combat memiliki visi untuk mengharumkan nama KAI Commuter, baik dalam turnamen maupun pertandingan persahabatan. Oleh karena itu, setelah Kapolri Cup 2021, Combat semakin rutin mengikuti berbagai kompetisi seperti kompetisi Hari Angkutan Nasional, LRT Cup, hingga laga persahabatan yang diinisiasi oleh instansi maupun BUMN lain seperti Perusahaan Listrik Negara.

Komunitas penggemar olahraga basket ini kini memiliki 50 anggota yang berasal dari seluruh wilayah operasional KAI Commuter. Menurut Bintar, sebagian besar anggota Combat berdomisili di wilayah Jabodetabek. Kendati demikian, semangat kebersamaan antaranggota dari setiap wilayah baik Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya, tetap terjaga.

“Kalau ada teman dari luar kota yang kebetulan ke Jakarta, kami ajak main bareng. Begitu juga sebaliknya, kalau kami dinas ke luar kota, kami ajak teman-teman untuk bermain basket bersama,” ujar Bintar.

Merangkul Seluruh Insan KAI Commuter

Bintar menambahkan, aktivitas utama Combat adalah latihan rutin, yang setidaknya dilakukan sebulan sekali, tergantung pada kesesuaian jadwal para anggotanya. Selain latihan, Combat juga aktif berdiskusi dan berbagi ilmu seputar teknik basket melalui grup WhatsApp. Selain bertujuan meningkatkan kemampuan, diskusi melalui grup WhatsApp ini bertujuan untuk tetap terhubung saat tidak bisa bertemu langsung karena perbedaan jadwal kerja.

Lebih jauh Bintar menjelaskan, latihan biasanya berlangsung sekitar satu jam. Yang menarik, Combat tidak hanya beranggotakan pemain berpengalaman. Komunitas ini terbuka bagi seluruh Insan KAI Commuter, baik pemain pemula, bahkan yang belum pernah bermain basket sekalipun.

Buat pemula atau yang belum pernah bermain basket, lanjut Bintar, nantinya diperkenalkan dengan teknik-teknik dasar seperti shooting dan dribbling, termasuk peraturan permainan basket. Setelah itu, mereka diajak untuk mempraktikkan teori yang diberikan dengan terlibat langsung dalam permainan.

“Tidak perlu khawatir karena kami mainnya santai saja. Jangan memaksakan diri juga. Pelan-pelan dan bertahap saja. Toh nantinya fisik dan kemampuan akan meningkat seiring waktu. Jadi, jangan takut untuk mencoba, basketball itu asyik kok!”

 

Pullquote:

“Commuter Basketball terbuka bagi seluruh Insan KAI Commuter, baik pemain pemula, bahkan yang belum pernah bermain basket sekalipun.”

Kapten Combat Bintar Alfurqan