Langkah Nyata Tingkatkan Keselamatan Perkeretaapian Indonesia

Share this article

Rapat Kerja ini dihadiri oleh seluruh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Iktikad untuk meningkatkan keselamatan para pelanggan maupun insan di dalam perusahaan. 

Bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero), safety first, bukan sekadar slogan atau semboyan yang digaungkan di dalam perusahaan, melainkan budaya kerja yang dipatuhi dan diimplementasikan oleh seluruh Insan Kereta Api. PT KAI (Persero) meyakini bahwa fasilitas yang prima dan layanan yang andal harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan, baik pengguna kereta api maupun sumber daya manusia yang bekerja di dalam perusahaan.

Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menguatkan budaya keselamatan di dalam perusahaan, PT KAI (Persero) melaksanakan Rapat Kerja Keselamatan 2025. Dihadiri oleh perwakilan seluruh entitas anak perusahaan PT KAI (Persero), acara ini dilaksanakan di Gedung Train Operation Depok pada Rabu, 7 Mei 2025.

Vice President Safety PT KAI (Persero) Sigit Winarto dalam arahannya menyampaikan bahwa keselamatan bukanlah nasib atau hasil yang diperoleh secara tiba-tiba, melainkan harus diprogramkan dan direncanakan dengan matang. Program perencanaan keselamatan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh sektor atau perusahaan yang bergerak di bidang perkeretaapian. Kewajiban ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP).

“Dalam berbagai kesempatan, Direktur Utama PT KAI (Persero) selalu mengingatkan kita bahwa keselamatan tidak terjadi secara kebetulan, tetapi direncanakan,” ucap Sigit.

Sigit menambahkan, terdapat tiga pilar yang akan diperkuat PT KAI (Persero) untuk meningkatkan kinerja keselamatan, yakni keselamatan operasional, sistem manajemen keselamatan, dan sumber daya manusia. Pada pilar operasional, perusahaan memastikan keandalan sarana dan prasarana. Keandalan sarana dan prasarana sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan maupun kereta api Indonesia.

Pilar kedua ialah memastikan sistem manajemen keselamatan dapat berjalan baik melalui kepatuhan seluruh Insan Kereta Api terhadap SMKP. Adapun pilar yang terakhir ialah sumber daya manusia. Menurut sigit, muara dari program keselamatan ialah sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan. Oleh karena itu, baik pengetahuan, keterampilan, dan perilaku seluruh Insan Kereta Api harus senantiasa ditingkatkan.

Upaya PT KAI (Persero) untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian Indonesia juga dilakukan dengan menginisiasi Health, Safety, and Environment (HSE) Passport. Direncanakan diimplementasikan pada 2026, Paspor Keselamatan ini berisi data diri pegawai dan basic training yang pernah diikuti, termasuk pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan aspek keselamatan.

“Inisiatif ini untuk memastikan setiap orang yang bekerja di lapangan sudah memenuhi kriteria keselamatan. Tujuan kami tentu saja berupaya memastikan agar setiap Insan Kereta Api selamat dalam bekerja sehingga dapat berkumpul bersama keluarga.”

Menjaga Keselamatan dan Kepercayaan Pelanggan

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Broer Rizal dalam kesempatan tersebut mengatakan, keselamatan di dalam bisnis perkeretaapian merupakan hal yang mutlak. Keselamatan merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan sebelum melakukan kegiatan apa pun.

Menurut Broer, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna Commuter Line, seluruh Insan KAI Commuter harus berkomitmen untuk memastikan keselamatan baik keselamatan perjalanan kereta api, maupun operasional perusahaan secara menyeluruh.

“Ada tiga unsur yang memiliki peran penting untuk menjaga keselamatan perkeretaapian Indonesia, yakni operator baik PT KAI (Persero) dan seluruh entitas anak usahanya, kemudian Pemerintah Indonesia, dan terakhir ialah masyarakat,” ucap Broer.

Broer menambahkan, tujuan dari program keselamatan ialah melindungi para pengguna Commuter Line, Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), dan masyarakat sekitar. Selain itu, program keselamatan juga dirancang untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan operasional kereta api maupun kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan.

Program keselamatan yang dirancang oleh KAI Commuter juga bertujuan untuk menjaga sekaligus memastikan keandalan sarana, prasarana, dan perjalanan kereta api. Program keselamatan juga menjadi bagian dari upaya KAI Commuter untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh para pengguna Commuter Line.

“Kalau kita tidak bisa memberikan keselamatan kepada para pengguna jasa kita, maka mereka tidak akan menggunakan Commuter Line lagi,” jelas Broer.

Upaya Nyata bagi Perekeretaapian Indonesia

Guna menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat, KAI Commuter telah melakukan berbagai upaya nyata, antara lain, mengimplementasikan 5 Budaya Keselamatan di dalam perusahaan, yakni Patuh Prosedur Kerja, Briefing Sebelum Bekerja, Gunakan Alat Pelindung Diri, Peduli Lingkungan Kerja, dan Lapor Potensi Bahaya.

Kompentensi pegawai juga memiliki peran krusial dalam aspek keselamatan. Untuk memastikan kompetensi para pegawainya, KAI Commuter mendorong Insan KAI Commuter mengikuti berbagai sertifikasi baik yang sifatnya mandatory maupun voluntary. Tak hanya sertifikasi kecakapan pegawai, KAI Commuter juga memastikan alat kerja yang digunakan sudah tersertifikasi.

“KAI Commuter juga aktif melaksanaan audit implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan, baik yang dilakukan oleh internal maupun melibatkan pihak eksternal,” terang Broer.

Lebih jauh Broer menjelaskan, KAI Commuter juga membentuk safety committee, menggelar safety talk dengan narasumber internal maupun eksternal, melaksanakan management safety walkthrough, serta inspeksi keselamatan. Perusahaan juga memastikan seluruh pegawai yang menjalankan tugas mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku.

“Mari ciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif bagi kita semua. Dengan SDM yang sehat, kita dapat mendukung berbagai program keselamatan, yang pada akhirnya berdampak positif baik untuk kita maupun para pengguna kereta api di Indonesia.”

 

Pullquote:

“Keselamatan tidak terjadi secara kebetulan. Keselamatan bukanlah nasib atau hasil yang diperoleh secara tiba-tiba, melainkan harus diprogramkan dan direncanakan dengan matang.”

Vice President Safety PT KAI (Persero) Sigit Winarto 

Pullquote:

“Kalau kita tidak bisa memberikan keselamatan kepada para pengguna jasa kita, maka mereka tidak akan menggunakan Commuter Line lagi.”

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Broer Rizal