Di balik jadwal kedinasan yang berbeda-beda dan ritme kerja yang padat, ada satu hal yang terus dijaga oleh para anggota Commuter Volleyball: kebersamaan.
Commuter Volleyball (C-Volly) lahir dari keinginan untuk tetap terhubung lewat hobi yang sama. Dari satu lapangan ke lapangan lain, dari sesi sparing hingga obrolan selepas bermain, komunitas ini menjadi ruang bagi para pegawai untuk menyalurkan kegemaran sekaligus mempererat silaturahmi.
Budi Arman menuturkan, awal terbentuknya C-Volly berangkat dari ajang Pekan Olahraga Kereta Api (PORKA) pada 2016. Saat itu, para pegawai yang memiliki minat bermain voli mulai saling mencari dan mengumpulkan anggota.
“Awalnya benar-benar dari mulut ke mulut. Kami saling tanya siapa yang bisa voli, siapa yang mau ikut latihan. Seiring waktu anggotanya bertambah dari berbagai unit,” ujarnya.
Sempat vakum pada 2018, komunitas ini kembali aktif pada 2019 dan mulai rutin mengadakan latihan serta sparing bersama setiap bulan.
Menyesuaikan Ritme, Menjaga Kebersamaan
Berbeda dengan komunitas olahraga lain yang memiliki jadwal latihan tetap, C-Volly harus berjalan di tengah pola kerja anggota komunitas yang sangat dinamis. Menentukan waktu latihan menjadi tantangan tersendiri.
Untuk menyiasatinya, para anggota biasanya menentukan jadwal latihan sejak awal bulan. Dari beberapa pilihan tanggal yang tersedia, mereka memilih waktu yang paling memungkinkan untuk dihadiri banyak anggota.
Didik menuturkan, latihan biasanya berlangsung sekitar dua jam. Tak jarang, komunitas ini mengadakan latih tanding bersama. Suasana latihan pun dibuat santai dan terbuka. Tidak ada tuntutan harus menjadi pemain profesional untuk bergabung.
“Siapapun boleh ikut, bahkan yang belum bisa main juga boleh belajar bersama. Intinya, komunitas sangat terbuka bagi siapa saja,” terang Didik.
Didik menambahkan, menjaga kekompakan tim menjadi hal yang sama pentingnya dengan latihan. Kendati belum rutin mengikuti kompetisi akibat kendala jadwal, para anggota tetap aktif berlatih dan mencari lawan sparing agar chemistry antarpemain tetap terjaga.
“Tim tidak bisa dibangun dalam satu atau dua hari. Jadi, latihan itu penting supaya pemain saling tahu karakter main masing-masing.”

Semakin Besar, Semakin Berprestasi
Captain C-Volly Wahyudi Nurdiantoro berharap, ke depan, komunitas ini dapat tumbuh lebih baik, menambah pemain-pemain baru yang lebih kompetitif sehingga mampu mengukir prestasi di berbagai ajang kompetisi, baik PORKA maupun Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas).
“Ketika kami bisa menorehkan prestasi, membawa piala juara 1, harapannya para pegawai PKWT yang berprestasi ini statusnya bisa diangkat menjadi karyawan tetap KAI Commuter,” terang Wahyudi.
Selaras dengan Wahyudi, Gilang berharap, para pegawai yang berstatus PKWT mendapat kesempatan bertanding lebih banyak dalam ajang kompetisi. Menurutnya, hingga 2023, setiap tim yang bertanding hanya diperbolehkan membawa dua pegawai PKWT. Ke depan, ia berharap pegawai PKWT bisa tampil lebih banyak dalam pertandingan, tiga hingga empat orang.