Menjaga “Kewarasan” Diri Dengan Bermusik

Share this article

Commuter Band terus mewarnai berbagai event internal KAI Commuter. Wadah mengekspresikan diri sekaligus menebar kebahagiaan melalui musik. 

Ada yang nampak berbeda pada peresmian Griya Karya Tangerang dan Serpong di Tangerang pada Kamis, 16 Januari 2025 lalu. Jika biasanya alunan musik yang mengalun di sela-sela acara untuk memeriahkan suasana dihadirkan oleh musisi dari kalangan eksternal, pada hari itu musik yang mengalun indah dimainkan oleh Commuter Band (C-Band), band “official” KAI Commuter yang seluruh personelnya merupakan Insan KAI Commuter.

Terdiri dari enam personel, yakni Dimas (vokal), Yandi (keyboard), Kamal (gitar), Yan Kristian (bass), Josua Waluyo (gitar), dan Kristadi (drum), kelompok musik ini pada awalnya dibentuk secara spontan untuk mengikuti ajang Commuter Got’s Talent (CGT) 2023. Pembentukan kelompok musik ini diprakarsai oleh Kristiadi, Insan KAI Commuter yang juga aktif di C-Choir.

“Kristiadi mengajak saya untuk ikut CGT 2023. Kemudian kami mencari personel lain. Karena mendadak, proses perekrutan personel pun hanya dari mulut ke mulut saja. Pertanyaannya simpel saja, kira-kira ada yang bisa main alat musik ini nggak,” ucap Dimas.

Mencari personel hingga membuat video sebagai syarat mengikuti CGT, seluruhnya dilakukan secara spontan dan serba dadakan. Kristiadi menuturkan, proses pembuatan video bahkan dilakukan bertepatan dengan batas akhir pengumpulan, yakni 31 Agustus 2023. Itu pun dilakukan secara virtual sebab jarak rumah masing-masing personel berjauhan sehingga tidak memungkinkan untuk bertemu.

Begitu pula pemilihan nama dilakukan secara spontanitas saja. Jauh sebelum “menyandang” C-Band, kelompok musik ini lebih dulu dikenal sebagai Sumber Waras Band. Menurut Kristiadi, musik bisa mewakili seluruh perasaan, yakni suka, duka, bahagia, maupun sedih. Sumber Waras dipilih agar senantiasa musik yang dihadirkan oleh band ini menjadi sumber kebahagiaan bagi yang mendengarkan.

“Kata sumber itu ibarat sumber mata air yang mengalirkan air ke berbagai tempat. Sumber Waras ini menjadi sumber bagi kami untuk berkarya dan mencurahkan apa yang kami inginkan melalui musik dan menjaga kewarasan di tengah aktivitas pekerjaan,” jelas Kritiadi.

Menjadi Band “Official” KAI Commuter

Spontanitas nampaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kelompok musik ini. Keputusan mengubah nama Sumber Waras yang sudah melekat sejak 2023, menjadi Commuter Band juga dilakukan secara spontan. Menurut Kamal, perubahan nama ini dilakukan saat gladi bersih sebagai persiapan untuk mengisi acara di peresmian Griya Karya Tangerang dan Serpong.

“Mengingat acara tersebut dihadiri oleh Dirut KAI dan direksi dari anak perusahaan KAI Group, Pak Cus menyarankan kami mengubah nama Sumber Waras menjadi C-Band. Tujuannya selain sebagai perwakilan KAI Commuter, juga agar lebih nge-branding,” jelas Kamal.

Perubahan nama ini direspons positif oleh seluruh personel. Kamal dan Dimas mengungkapkan bahwa perubahan nama tidak mengubah hasrat mereka dalam menyalurkan hobi bermusik. Begitupun menurut Kristiadi, perubahan nama ini tidak menghentikan langkah setiap personel untuk berkreasi dan berekspresi. Mengusung nama C-Band juga tidak lantas membatasi kebebasan mereka dalam bermusik.

Yandi menambahkan, menggunakan nama Commuter Band merupakan sebuah penghargaan karena artinya kelompok musik ini diakui oleh perusahaan. Di samping itu, penyematan nama C-Band ini juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk hadir dalam berbagai event baik di internal KAI Commuter maupun di lingkungan KAI Group.

Kepercayaan manajemen kepada C-Band untuk mengisi berbagai event memberikan rasa bahagia tersendiri bagi personel. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami tidak menyangka sampai hari ini, jasa kami masih diapresiasi baik oleh atasan maupun rekan kerja. Terima kasih kepada teman-teman di lingkup CUS yang selalu mendukung. Semoga tidak bosan untuk mengundang kami,” ucap Kristiadi.