Pastikan Angkutan Lebaran Berjalan Aman dan Lancar

Share this article

Program pembinaan dan penguatan budaya keselamatan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan KAI Commuter untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan perjalanan Commuter Line. 

Dalam rangka memastikan perjalanan Commuter Line berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar terutama pada masa angkutan lebaran, KAI Commuter menggelar acara CEO Safety Talk. Dihelat secara daring, program pembinaan dan penguatan budaya keselamatan di lingkungan KAI Commuter ini dilaksanakan pada Rabu, 19 Maret 2025.

Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto membuka acara tersebut dengan mengajak seluruh Insan KAI Commuter untuk mengutamakan keselamatan dalam bekerja. Menurutnya, dalam kegiatan apa pun, yang paling utama untuk dibicarakan adalah keselamatan. Dengan begitu, keselamatan menjadi budaya yang diresapi dan diimplementasikan oleh seluruh Insan KAI Commuter.

Terkait masa angkutan lebaran, lanjut Asdo, ada sejumlah isu strategis yang perlu diperhatikan oleh seluruh Insan KAI Commuter. Pertama, kepadatan arus mudik yang berdampak langsung terhadap layanan Commuter Line. Guna mengantisipasi hal tersebut, KAI Commuter telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk dengan ASDP terkait integrasi Stasiun Merak ke Pelabuhan Merak.

“Antisipasi kepadatan arus mudik juga dilakukan dengan mengintegrasikan layanan Commuter Line dengan kereta jarak jauh di sejumlah stasiun, seperti Stasiun Manggarai, Stasiun Gondangdia, Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Cikarang,” terang Asdo.

Asdo menambahkan, isu strategis lainnya ialah peningkatan angka keselamatan. Di masa angkutan lebaran ini, di sejumlah jalur Commuter Line terdapat beberapa titik yang menjadi pasar dadakan. Guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api, ia meminta Awak Sarana Perkeretapian (ASP) untuk selalu waspada. Jika perlu, ASP dapat meminta izin ke Pusat Pengendali untuk mengurangi kecepatan.

Perlintasan sebidang juga menjadi isu penting yang harus diwaspadai oleh Insan KAI Commuter. Ia juga mengimbau kepada ASP untuk memperhatikan perubahan cuaca. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin yang diprediksi akan terus terjadi hingga April ini kerap mengganggu jarak pandang sehingga menyulitkan ASP melihat sinyal dalam jarak jauh.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Jika tidak bisa melihat sinyal, kurangi kecepatan. Jika cuacanya sangat mengganggu, berhenti. Kalau tidak yakin aman, berhenti. Demi keselamatan hal tersebut boleh dilakukan,” tegas Asdo.

 

Sejumlah Persiapan yang Harus Dilakukan

Asdo menambahkan, jumlah perjalanan Commuter Line yang akan dilakukan KAI Commuter pada masa angkutan lebaran tahun ini sebanyak 1.063 perjalanan. Di masa angkutan lebaran tidak ada peak hours dan low hours. Oleh karena itu, Insan KAI Commuter harus memastikan keandalan sarana dan prasarana berfungsi dengan baik.

Langkah lainnya yang ditempuh KAI Commuter guna memastikan kelancaran pada masa angkutan lebaran ialah dengan menempatkan petugas pengawasan khusus. Petugas ini ditempatkan di beberapa lokasi yang rawan sehingga dapat mengantisipasi kejahatan secara proaktif. Insan KAI Commuter juga harus mengantisipasi pekerjaan di lapangan dengan rencana tanggap darurat. Pastikan peralatan dan perlengkapan rescue berfungsi dengan baik.

Lebih jauh Asdo menjelaskan, sesuai arahan dari Direktur Utama PT KAI (Persero), Insan Kereta Api senantiasa mengutamakan keselamatan dan keamanan (safety & security) dalam setiap kegiatan. Insan Kereta Api juga harus attention to detail, berpegang teguh pada SOP. Kemudian sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan ini harus dilakukan secara solid.

“Angkutan lebaran memang merupakan tradisi tahunan, tetapi tidak boleh disepelekan. Kita harus persiapkan dan laksanakan masa angkutan lebaran ini dengan sebaik-baiknya.”

Pullquote:

“Angkutan lebaran memang merupakan tradisi tahunan, tetapi tidak boleh disepelekan. Kita harus persiapkan dan laksanakan masa angkutan lebaran ini dengan sebaik-baiknya.”

Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto