Peta Jalan Menuju Keberlanjutan Bisnis

Share this article

RJPP dan RSTI dirancang sebagai guidence bagi perusahaan dalam menetapkan rencana strategis lima tahun mendatang. Dibutuhkan komitmen seluruh Insan KAI Commuter untuk mencapai program yang telah ditetapkan. 

Menjadi Bagian Gaya Hidup Masyarakat Urban Melalui Pengelolaan Transportasi Perkotaan Terbaik di Indonesia menjadi visi baru KAI Commuter. Guna mewujudkan visi tersebut, KAI Commuter menetapkan sejumlah langkah yang tertuang dalam misi perusahaan, yakni mengelola transportasi perkotaan terbaik beserta layanan pendukung dengan fokus utama kepada keselamatan, keamanan, efisiensi, dan inovasi digital yang berorientasi berkelanjutan akan lingkungan, sosial, dan tata kelola.

KAI Commuter juga berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing unggul, dan adaptif terhadap perubahan. Langkah lainnya untuk mencapai visi tersebut diwujudkan KAI Commuter dengan berperan aktif dalam pengembangan serta integrasi transportasi urban di Indonesia melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Visi dan Misi baru ini tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029.

Performance Evaluation Senior Specialist 2 KAI Commuter Diah Bremany Sanjaya menjelaskan, RJPP merupakan guidence atau panduan bagi perusahaan dalam menyusun program-program strategis yang dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). RJPP juga menjadi guidence bagi perusahaan dalam melakukan evaluasi, apakah program-program RKAP telah sesuai dengan program lima tahun ke depan.

Berbeda dengan periode sebelumnya, dalam proses penyusunan RJPP ini, KAI Commuter menggandeng Roland Berger Indonesia (RBI) sebagai konsultan. RBI bertugas mengawal seluruh proses penyusunan RJPP baik di KAI Commuter maupun PT KAI (Persero) dan seluruh anak perusahaannya. Dilibatkannya RBI sebagai konsultan bertujuan agar program strategis di induk perusahaan inline dengan seluruh anak perusahaan.

“Jika periode sebelumnya, dalam menyusun RJPP kami biasanya menunggu RJPP dari KAI kemudian di-adjust agar inline dengan program KAI Commuter, pada periode ini kami menyusun RJPP didampingi oleh RBI. Untuk periode ini juga kami menyusun Rencana Strategis Informasi Teknologi (RSTI) 2025-2029,” terang Diah.

Mengedepankan Share Services

Mengenai RSTI 2025-2029 dijelaskan secara lebih detail oleh Qory Aquamirta, Information System Planning and Development Manager KAI Commuter. Menurut Qory, RSTI pada dasarnya serupa dengan Masterplan Information Technology yang biasanya disusun KAI Commuter setiap lima tahun sekali. Yang membedakan, masterplan IT dirancang untuk kebutuhan internal perusahaan saja. Sementara RSTI dirancang untuk seluruh KAI Group.

“RSTI dirancang sebagai pedoman untuk mendukung RJPP KAI dan KAI Commuter. Jadi, RSTI periode 2025-2029 dirancang untuk menyelaraskan bisnis strategis di KAI Group dengan main model share services,” terang Qory.

Dengan main model share services ini, lanjut Qory, ketika anak perusahaan ingin membuat aplikasi, terlebih dahulu dikomunikasikan dan dikoordinasikan ke seluruh KAI Group. Koordinasi ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat aplikasi sejenis baik di induk perusahaan maupun anak perusahaan. Langkah ini ditempuh untuk mendukung efisiensi, efektivitas, dan menimalisasi adanya double aplikasi di lingkungan KAI Group.

 

Pentingnya Komitmen Seluruh Insan KAI Commuter

Dipersiapkan sejak awal tahun, RJPP disahkan pada Desember 2024. Setelah disahkan pada akhir tahun, manajemen kemudian melakukan sosialisasi ke seluruh Insan KAI Commuter di seluruh wilayah operasi perusahaan. Menurut Diah, sosialiasi ini penting mengingat RJPP dan RSTI cukup banyak dan terdapat inisiatif strategis dan enabler di dalamnya. Program inisiatif adalah program-program yang berdampak pada pendapatan perusahaan. Sementara enabler tidak berdampak langsung pada pendapatan, tetapi mendukung program inisiatif strategis.

“Sesuai arahan dari Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto, RJPP dan RSTI 2025-2029 harus disosialisasikan ke seluruh level di dalam perusahaan. Sosialisasi ini bertujuan agar seluruh Insan KAI Commuter memahami kondisi, posisi, serta apa yang hendak dicapai perusahaan,” terang Diah.

Diah mencontohkan, salah satu program strategis di dalam RJPP ialah Peningkatan Volume Penumpang. Untuk meningkatkan volume penumpang, ada sejumlah indikator yang harus dicapai, mulai dari sarana maupun dukungan dari Insan KAI Commuter dalam meningkatkan pelayanan bagi pengguna Commuter Line. Kemudian ada juga indeks kepuasan pelanggan. Untuk mencapai kepuasan pelanggan ini tentunya dibutuhkan komitmen dari top manajemen dan seluruh insan di dalam perusahaan.

Senada dengan yang disampaikan Diah, menurut Qory, sosialisasi RSTI penting untuk dilakukan karena pada akhirnya yang menggunakan perangkat kerja, sistem informasi, dan aplikasi tak lain adalah seluruh Insan KAI Commuter. Oleh karena itu, Insan KAI Commuter perlu memahami arah kebijakan teknologi informasi dan apa saja perubahan teknologi di KAI Commuter.

“Kami harapkan seluruh user memahami sehingga meminimalisir resistensi. Pada akhirnya, seluruh Insan KAI Commuter berkontribusi dalam pembangunan optimalisasi sistem IT di KAI Commuter.

Lebih jauh Qory menjelaskan, jika di dalam RJPP terdapat inisiatif strategis dan enabler, di dalam RSTI terdapat implementor dan beneficiery. Implementor artinya KAI Commuter sebagai anak perusahaan bertanggung jawab melaksanakan atau menjalankan program IT yang telah ditetapkan oleh PT KAI (Persero). Sementara beneficiery artinya KAI Commuter menjadi pihak yang menerima manfaat dari program yang dilaksanakan oleh PT KAI selaku induk perusahaan.

Memberikan Dampak Positif bagi Perusahaan

Memastikan RJPP dan RSTI berjalan dengan baik menjadi tantangan bagi perusahaan. Menurut Diah, tantangan yang paling dominan adalah bagaimana program yang sudah dirancang dapat tercapai dan selaras dengan RJPP dan RSTI. Guna mengatasi tantangan tersebut, selama satu tahun sejak ditetapkan, baik PT KAI (Persero) maupun anak perusahaan melakukan monitoring RJPP. Proses monitoring sendiri dilakukan per tiga bulan.

Diah berharap, dengan adanya monitoring per tri wulan ini, program RJPP dapat berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan bersama. “Semoga visi kita lima tahun ke depan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang sudah disepakati. Tujuan dari program strategis di dalam RJPP ini dapat berdampak bagi perusahaan,” ucap Diah.

Adapun Qory berharap, semoga divisi informasi teknologi dapat menyediakan layanan yang berkualitas dan inovatif, serta infrastruktur teknologi informasi yang andal. Semoga teknologi yang digunakan di KAI Commuter dapat tepat sasaran dan budaya digital dapat lebih dibudayakan di dalam perusahaan.