Rapat evaluasi kinerja semester I menjadi momen reflektif bagi KAI Commuter untuk menyatukan visi dan menyusun langkah strategis untuk melampaui target 2025.
Setiap perusahaan memiliki cara untuk meninjau capaian dan perkembangan kinerja perusahaan, salah satunya melalui rapat evaluasi kinerja semester. Dalam rapat ini, setiap divisi melaporkan kinerja yang telah berjalan selama enam bulan serta capaian yang diperoleh sesuai dengan target perusahaan. Rapat ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan merusmuskan langkah-langkah perbaikan agar tujuan yang ditetapkan perusahaan dapat tercapai.
KAI Commuter memahami pentingnya monitoring dan evaluasi kinerja bagi perusahaan. Dalam rangka mencapai target yang ditetapkan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025, KAI Commuter melaksanakan Rapat Evaluasi Kinerja Semester I dan Kick Off RKAP 2026 di Discovery Ancol, Jakarta, pada 22-23 Juli 2025.
Komisaris Utama KAI Commuter Januar Parlindungan dalam arahan strategisnya memaparkan, kinerja KAI Commuter semester I dari sisi volume penumpang dan laba perusahaan sudah sangat baik. Jumlah penumpang per Juni 2025 telah mencapai 191,8 juta penumpang atau mencapai 102 persen dari target yang ditetapkan dalam RKAP 2025. Sementara, realisasi pendapatan angkutan penumpang per Juni 2025 sebesar Rp893,5 miliar atau tercapai 105 persen.
Mengenai ketepatan waktu baik kedatangan maupun keberangkatan KRL, kinerja operasional KAI Commuter juga berhasil melampaui target yang ditetapkan. Realisasi ketepatan waktu kedatangan mencapai 98,1 persen atau tercapai 126,6 persen dari target yang ditetapkan. Adapun ketepatan waktu keberangkatan mencapai 98 persen atau tercapai 109 persen dari target yang tertuang dalam RKAP.
Kendati berhasil menorehkan pencapaian yang sangat baik di semester I, ada sejumlah tantangan yang harus diperhatikan oleh Insan KAI Commuter, salah satunya ialah pendapatan non-angkutan penumpang. Jika mengacu pada RKAP 2025, target pendapatan non-angkutan penumpang sebesar Rp245 miliar. Namun, hingga Juni 2025, realisasi pendapatan dari sektor non-angkutan penumpang ini baru mencapai Rp43 miliar.
“Sudah ada pembahasan dengan PT KAI mengenai pemanfaatan aset. Semoga bisa dilakukan percepatan sehingga nantinya bisa menambah pendapatan KAI Commuter,” terang Januar.
Melampaui Target adalah Keharusan
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto dalam arahannya menyampaikan, kendati menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah dilalui, KAI Commuter berhasil menutup 2024 dengan kinerja yang sangat baik. Pendapatan KAI Commuter pada 2024 mencapai Rp3,4 triliun dan tahun ini ditargetkan mencapai Rp3,7 triliun. Adapun laba pada 2024 sebesar Rp182 miliar dan diharapkan meningkat menjadi Rp200 miliar pada akhir tahun ini.
“Tugas kita bukan mencapai target, tetapi melampaui target. Mencapai target adalah kewajiban, sementara melampaui target adalah ukuran bahwa kita berkembang atau tidak,” terang Asdo.
Asdo menambahkan, dalam dinamika bisnis, satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian. Berdasarkan data, sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang sustain atau tumbuh, tetapi di masa depan tidak ada jaminan bahwa sektor ini akan terus bertumbuh. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh Insan KAI Commuter untuk selalu bersiap menghadapi perubahan.
Di hadapan para vice president dan manajer KAI Commuter, Asdo menyampaikan sejumlah catatan, antara lain seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan prasarana di wilayah operasi kereta api lokal agar diselesaikan secara optimal pada 2025. Kemudian, dalam menyelesaikan target pekerjaan, seluruh divisi harus disiplin dalam eksekusi dan memperhatikan governance sesuai yang tertuang dalam RKAP.
Ia juga mengingatkan, dalam menyusun RKAP 2025, senior manajer wilayah harus berkoordinasi dengan DAOP agar tidak terjadi double biaya. Ia juga menekankan pentingnya memmatikan ruang yang layak bagi petugas keamanan dan memastikan bahwa target penjualan Kartu Multi Trip dirancang lebih realistis.
“Saya berharap, masing-masing kepala divisi agar melakukan tindakan proaktif kepada timnya untuk menghindari hal-hal yang bertentangan dengan hukum.”

Catatan Penting bagi Insan KAI Commuter
Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, Direktur Teknik KAI Comuter Denny Hartantyo juga memberikan dua catatan penting, yakni pentingnya merancang strategi khusus untuk menambah pendapatan perusahaan sehingga tidak menambah beban biaya untuk perbaikan sarana. Catatan lainnya ialah membangun komunikasi secara intens antara divisi komersial dengan divisi teknologi informasi guna mengoptimalkan C-Access.
Sementara, Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Broer Rizal menyampaikan, untuk proyek investasi gedung, Insan KAI Commuter harus memperhatikan aspek tamanisasi dan inventaris. Ini penting agar ketika gedung sudah selesai dibangun dapat langsung digunakan karena inventarisnya sudah siap. Kemudian, lakukan manajemen investaris dengan baik sehingga perusahaan selalu mendapatkan barang dalam kondisi layak pakai.
“Kita juga perlu membuat peraturan direksi untuk penggantian tiket pesawat jika Commuter Line Basoetta mengalami kendala yang menyebabkan penumpang terlambat dan ketinggalan pesawat,” jelas Broer.
Adapun Direktur Keuangan KAI Commuter Rahim Ramdhani mengingatkan, seluruh pekerjaan investasi 2025, termasuk kegiatan dan investasi harus dilaksanakan sesuai timeline sehingga tidak mengalami kemunduran dan sesuai dengan RKAP. Kemudian, seluruh pekerjaan investasi harus dilaksanakan sesuai dengan mitigasi risiko yang sudah dituangkan dalam asesmen risiko.
Ia juga mengingatkan agar seluruh aspek pelayanan penumpang yang belum optimal harus diselesaikan di semester II. Untuk mencapai target, terutama sektor non-angkutan penumpang, divisi komersial perlu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan divisi lain dan stakeholder lainnya, sehingga strategi yang ditetapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.
“Yang tidak kalah penting, penyusunan RKAP 2026 harus berbasis risiko dan sesuai dengan Governance, Risk Management, and Compliance.”

Pullquote:
“Tugas kita bukan mencapai target, tetapi melampaui target. Mencapai target adalah kewajiban, sementara melampaui target adalah ukuran bahwa kita berkembang atau tidak.”
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto