Diresmikannya Griya Karya Tangerang & Serpong ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas kinerja operasional KAI Commuter, terutama dalam menjaga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan Commuter Line.
Dalam rangka memperkuat salah satu dari empat pilar strategis perusahaan, yakni Operation Excellence, KAI Commuter meresmikan Griya Karya Tangerang dan Griya Karya Serpong di Tangerang pada Kamis, 16 Januari 2025. Peresmian griya karya ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo dan didampingi oleh jajaran Dewan Komisaris KAI Commuter, jajaran Direksi KAI Commuter, Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik, dan Direktur Utama KAI Wisata Hendy Helmy.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam peresmian tersebut mengatakan, sejalan dengan tema yang diusung dalam peresmian Griya Karya Tangerang dan Griya Karya Serpong ini, yakni Service Excellence Comfort and Care for Every Journey, diharapkan kedua griya karya ini dapat memberikan kenyamanan bagi Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).
“Dengan hadirnya griya ini, ASP mendapatkan kenyamanan untuk beristirahat. Dengan kenyamanan tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk para pengguna Commuter Line,” ucap Didiek.

Menjaga Keselamatan dan Ketepatan Waktu Perjalanan
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto yang turut hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, “Pembangunan Griya Karya ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI Commuter dengan KAI Properti dan KAI Services untuk meningkatkan kualitas kinerja operasional terutama dalam menjaga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan Commuter Line.”
Asdo menambahkan, peresmian Griya Karya Tangerang dan Griya Karya Serpong ini menambah griya karya yang telah lebih dulu direvitalisasi oleh KAI Commuter, yakni Griya Karya Parung Panjang dan Griya Karya Jakarta Kota. Ke depannya, KAI Commuter juga akan melakukan revitalisasi Griya Karya Bogor, Griya Karya Cikarang, dan Griya Karya Rangkasbitung.
Lebih jauh Asdo menerangkan, pembangunan Griya Karya Tangerang memakan waktu 11 bulan. Berdiri di atas lahan 892,292 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 787,5 meter persegi, bangunan dua lantai ini dilengkapi dengan 13 kamar. Masing-masing kamar dilengkapi dengan dua tempat tidur, toilet, pendingin ruangan, kursi, meja, dan lemari.
“Selain itu Griya Karya ini juga dilengkapi Ruang Kru Kereta Api Tangerang, Ruang Kerja, Ruang Rapat, Musala dan berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ucap Asdo.
Sementara Griya Karya Serpong yang dibangun di atas lahan seluas 747,55 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.069,92 meter berhasil dirampungkan dalam waktu 8 bulan. Griya Karya Serpong terdiri dari dua lantai dengan jumlah kamar mencapai 15 kamar. Seperti griya karya lainnya, setiap kamar dilengkapi dua tempat tidur, toilet, pendingin ruangan, kursi, meja, dan lemari.