Ia percaya bahwa pintu karier yang lebih tinggi akan terbuka bagi siapa saja yang bekerja dengan kesungguhan hati dan berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik.
Saat sebagian anak muda seusianya masih mencari arah setelah lulus SMA, Tony Zainal Mutaqien telah menetapkan pilihan, yakni melanjutkan pendidikan di Program Diploma III PT Kereta Api Indonesia (Persero), saat itu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka). Sebuah pilihan hidup yang ternyata menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia perkeretaapian Indonesia.
Merampungkan pendidikan D3 Perumka pada 1996, ia kemudian ditugaskan di kantor pusat PT KAI sebagai staf magang dan ditempatkan di dalam Tim Inventarisasi Aktiva Tetap. Tim ini bertugas untuk menginventarisasi seluruh aset milik perusahaan sebagai bagian persiapan peralihan status perusahaan dari Perumka menjadi Persero. Wilayah tugasnya meliputi Daerah Operasional (Daop) IV, Daop V, dan Daop VI.
“Tugas saya saat itu mencatat seluruh aset perusahaan karena terkadang ditemukan pencatatan ganda. Kami memastikan aset tersebut tercatat di satu lokasi, sesuai tempat aset itu berada,” kenang Tony.
Setelah dua tahun bertugas menginvetarisir aset perusahaan, ia menyandang status baru, yakni sebagai Pelaksana Perawatan KRL di Balai Yasa Manggarai. Menurutnya, lingkungan kerjanya saat itu tak ubahnya hutan belantara. Masih lekat dalam ingatannya ketika harus memasang komponen kereta di malam hari. Tubuhnya seketika gemetar ketika seekor ular kobra melintas di hadapannya.
Tetapi pengalaman yang menantang itulah yang menempanya menjadi sosok yang tangguh dan berdedikasi. Dedikasi yang ia berikan kepada perusahaan membuatnya dipercaya sebagai Supervisor Perawatan KRL. Pada 2010, ia diamanahi tugas baru sebagai Asisten Manajer Perencanaan Perawatan Sarana di Daop II Bandung. Tiga tahun kemudian ia kembali ke Balai Yasa Manggarai sebagai Asisten Manajer Perencanaan.
Sempat mengisi posisi sebagai Senior Manager Pengadaan Barang dan Jasa di Daop 1 Jakarta selama lima tahun, pada 2021, ia diamanahi tugas baru sebagai General Manager Logistik PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Bergabung di tengah proyek yang saat itu dalam tahap penyelesaian, ia dihadapkan pada tantangan besar, terutama aspek regulasi. Ia pun mengambil langkah cepat menyusun sejumlah regulasi internal guna memastikan operasional berjalan sesuai kebutuhan perusahaan.
Manfaatkan Teknologi untuk Pengadaan yang Lebih Transparansi
Berkecimpung cukup lama di bidang logistik, membuatnya memiliki prinsip yang ia pegang teguh di mana pun ia ditugaskan, yakni memastikan pengadaan barang dan jasa harus transparan dan efisien. Prinsip tersebut juga ia terapkan ketika diamanahkan tugas baru sebagai VP Logistik KAI Commuter pada 8 November 2024.
Salah satu upaya mewujudkan pengadaan barang dan jasa yang transparan di lingkungan KAI Commuter dilakukannya dengan meluncurkan Vendor Management System (VMS). Aplikasi ini merupakan pengembangan dari platform CILOG (Commuter Logistics), sebuah dashboard digital yang menampilkan seluruh proses pengadaan, mulai dari perencanaan hingga distribusi barang. Inisiatif ini juga bertujuan untuk menciptakan transparansi secara menyeluruh dalam rantai pasok logistik.
Pria yang gemar mengoleksi diecest ini menuturkan, aplikasi ini memuat informasi mengenai proses pengadaan barang dan jasa di KAI Commuter, daftar mitra, hingga dokumen-dokumen yang dibutuhkan. “Dengan adanya aplikasi ini, user lebih mudah untuk memilih mitra, tentunya harus ada prakualifikasi terhadap semua dokumen legalitas dari rekanan.”

Menjunjung Tinggi Integritas
Jika ditanya apa yang membuatnya bertahan selama 29 tahun di PT KAI, dengan mantap ia menyatakan bahwa kuncinya ialah bekerja dengan baik, semangat, dan menjunjung tinggi integritas. Ia tak menampik di masa awal kerjanya, sempat terlintas keinginan untuk mengundurkan diri. Setelah menempuh pendidikan yang tidak mudah, realitas pekerjaan yang dihadapinya pun penuh tantangan dan terasa jauh dari ekspektasi.
Namun, nasihat dari para seniornya mengubah pandangannya. Saat itu, para seniornya mengatakan bahwa rezeki sudah ditetapkan oleh Tuhan. Selama manusia bekerja dengan baik, jujur, dan berintegitas, maka Allah SWT pasti akan membukakan jalan. Nasihat tersebut memotivasinya untuk bertahan dan memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan.
“Bagi Insan KAI Commuter, bekerjalah dengan baik, semangat, dan berintegritas. Tidak perlu ingin dilihat orang lain. Kalau kinerja baik, perusahaan pasti akan melihatnya.”
Pullquote:
“Bekerjalah dengan baik, semangat, dan berintegritas. Tidak perlu ingin diihat orang lain. Kalau kinerja baik, perusahaan pasti akan melihatnya.”
Tony Zainal Mutaqien – Vice President Logistik KAI Commuter