Menguatkan Langkah di Usia ke-18

Share this article

Memperingati 18 tahun perjalanan, KAI Commuter menggelar doa bersama sebagai momentum untuk mensyukuri pencapaian sekaligus memohon kelancaran dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Suasana khidmat menyelimuti Commuter Line Hall pada Jumat, 11 September 2026. KAI Commuter menggelar Doa Bersama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18. Selain menjadi momentum untuk bersyukur, kegiatan ini juga mempertemukan Insan KAI Commuter dengan para Direksi purna tugas yang pernah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.

Direktur Utama KAI Commuter Mochamad Purnomo Sidi menyampaikan apresiasi kepada para Direksi purna tugas yang hadir. Menurutnya, perjalanan KAI Commuter hingga hari ini tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun sejak awal.

“Terima kasih atas dedikasi bapak dan ibu yang telah berjuang dan membangun fondasi yang kuat untuk pengoperasian KAI Commuter di Jabodetabek.”

Memasuki usia ke-18, KAI Commuter mengusung tema “18ᵗʰ Forward Transforming Mobility, Towards Sustainability Future.” Semangat tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan transformasi dan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, salah satunya melalui peremajaan armada KRL yang dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah ke depan juga mencakup pengembangan wilayah operasi. KAI Commuter menyiapkan rencana layanan hingga Cikampek, Merak, dan Sukabumi, serta penugasan baru layanan Commuter Line di Surabaya. Pengelolaan layanan kereta bandara di Yogyakarta, Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, dan Bandara Kualanamu, Medan, juga menjadi bagian dari perjalanan berikutnya.

“Berbagai rencana tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Saya berharap, KAI Commuter dapat terus tumbuh, semakin solid, dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.”

Mengenang Perjuangan di Masa Awal

Perjalanan panjang KAI Commuter hingga hari ini turut dikenang Kurniadi Atmosasmito, Direktur Utama KAI Commuter periode 2008–2009. Ia mengingat masa ketika perusahaan masih menargetkan jumlah penumpang sekitar 300 ribu orang per hari.

Kala itu, KAI Commuter menyusun perencanaan untuk mencapai 1,2 juta penumpang per hari dalam kurun waktu 10 tahun. Penambahan armada, pembangunan fasilitas stasiun, dan pembenahan infrastruktur dilakukan untuk mengejar target tersebut.

Salah satu langkah yang masih diingat Kurniadi adalah keputusan mendatangkan KRL bekas dari Jepang untuk menambah kapasitas layanan. Pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan dan daya beli pengguna.

Kini, setelah 18 tahun, jumlah penumpang yang dilayani telah berkembang hingga sekitar 1,4 juta orang per hari. “Kalau diibaratkan manusia, 18 tahun ini masa pertumbuhan yang penuh energi.”

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santunan bagi anak yatim dan kaum duafa. Menutup sore itu, Insan KAI Commuter mengikuti tausiah dan doa bersama yang dipimpin Ustaz Irfan Rizky Haas. Dalam suasana penuh khidmat, doa dipanjatkan agar perjalanan KAI Commuter ke depan senantiasa mendapat keberkahan dan kelancaran.