KAI Commuter Luncurkan Reverse Vending Machine di Lima Stasiun

Share this article

KAI Commuter memperluas langkah keberlanjutan dengan meluncurkan Reverse Vending Machine di lima stasiun, sekaligus mengajak pengguna mengelola sampah botol plastik melalui insentif perjalanan.

KAI Commuter meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek. Fasilitas tersebut diluncurkan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 KAI Commuter di Depo KRL Depok, 15 September 2026.

Kehadiran RVM menjadi bagian dari upaya KAI Commuter mendorong pengelolaan sampah kemasan plastik sekaligus melibatkan pengguna dalam menjaga lingkungan.

Melalui RVM, pengguna dapat memasukkan botol plastik bekas ke dalam mesin untuk dikumpulkan dan diproses lebih lanjut. Sebagai apresiasi, setiap botol yang diserahkan akan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan menjadi saldo untuk pembayaran tiket Commuter Line melalui Kartu Multi Trip (KMT).

Direktur Utama KAI Commuter Mochamad Purnomo Sidi mengatakan, kehadiran RVM menjadi salah satu langkah perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan, sekaligus mengurangi sampah botol plastik dari aktivitas pengguna selama menggunakan layanan Commuter Line.

“Pengguna akan mendapatkan poin 100 untuk setiap botol plastik yang bisa ditukarkan dengan saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line,” ujar Purnomo.

Mengajak Pengguna Terlibat

Program tersebut menjadi relevan seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat menggunakan Commuter Line. Saat ini, KAI Commuter melayani rata-rata sekitar 1,4 juta pengguna setiap hari. Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut membuat pengelolaan lingkungan menjadi bagian yang semakin penting dalam pengembangan layanan transportasi publik.

KAI Commuter menempatkan RVM sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mendukung upaya keberlanjutan perusahaan. Kehadiran mesin tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi sampah botol plastik, tetapi juga membangun kebiasaan pengguna untuk memilah dan mengembalikan kemasan yang telah digunakan.

Selain RVM, KAI Commuter menjalankan program daur ulang seragam dinas bekas yang dikumpulkan dari pegawai. Material tersebut diolah menjadi kain batik khas KAI Commuter bertema “Batik Laras Budaya Commuter”. Desainnya merepresentasikan keberagaman pengguna Commuter Line dari berbagai generasi dan latar belakang yang tetap berjalan selaras dalam satu perjalanan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, KAI Commuter terus mengembangkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Peluncuran RVM menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan aktivitas perjalanan sehari-hari dengan kebiasaan menjaga lingkungan.