Sinergi Wujudkan Pengadaan yang Transparan dan Efektif

Share this article

Dalam kegiatan ini, para mitra KAI Commuter memperoleh pemaparan mengenai Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Uji Kelayakan Rekanan Bisnis, hingga aplikasi Vendor Management System. 

Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, dan efisien, KAI Commuter melaksanakan acara Ngobrol Bareng Rekanan. Bertajuk “Sinergi Bersama Wujudkan Pengadaan yang Transparan, Bersih, dan Efektif”, acara ini dilaksanakan di Ruang Edukasi Dipo KRL Depok pada 27-28 Mei 2025.

Manager Good Corporate Governance and Compliance KAI Commuter Fortina Jean Prasasti dalam kegiatan tersebut mengatakan, acara ini merupakan bagian dari komitmen KAI Commuter dalam melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), baik dari sisi pengelolaan barang dan jasa maupun prosedur dan pengujian yang ada di dalam perusahaan.

“Ini merupakan tahun kedua KAI Commuter mengadakan acara ngobrol bareng rekanan. Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai tata kelola perusahaan, pengadaan barang dan jasa, sistem keuangan dan kebijakan terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan KAI Commuter,” jelas Fortina.

Fortina menambahkan, sesuai amanat dari direksi KAI Commuter, seluruh Insan KAI Commuter harus menjaga nama baik perusahaan, baik dari sisi integritas pribadi maupun kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Untuk menghadirkan kualitas layanan yang terbaik kepada para pengguna Commuter Line, tentu tak lepas dari peran para mitra KAI Commuter.

“Semoga kegiatan ngobrol bareng ini memberikan manfaat yang nyata dan menjadi bagian dari upaya kolektif kita dalam membangun KAI Commuter lebih unggul, sehat, dan berintegritas,” ucap Fortina.

Sosialisasi Uji Kelayakan Rekanan Bisnis dan Aplikasi VMS

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, para mitra KAI Commuter memperoleh pemaparan mengenai GCG, Whistleblowing System (WBS), Gratifikasi, Uji Kelayakan Rekanan Bisnis, proses pengujian, dan aplikasi Vendor Management System.

GCG dan QA Specialist 2 KAI Commuter Ranika Herlina dalam pemaparannya menyampaikan bahwa KAI Commuter memiliki sejumlah peraturan terkait GCG, yakni SNI ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), dan ISO 19011 tentang Audit Sistem Manajemen.

Ranika menuturkan, prinsip dari GCG ialah TARIF, Transparency, Accountability, Responsibility, Independent, dan Fairness. Transparency artinya perusahaan mengedepankan keterbukaan dalam menyampaikan informasi penting perusahaan. Kemudian Accountability, perusahaan harus bertanggung jawab terhadap program dan data-data yang disajikan.

“Responsibility artinya perusahaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh proses bisnisnya. kemudian perusahaan harus mampu menjalankan bisnisnya secara independen. Adapun Fairness, ialah komitmen perusahaan untuk bersikap adil. Jangan sampai rekanan merasa tidak adil dalam proses pengadaan barang atau jasa,” ujar Ranika.

Ranika menambahkan, sebagai bentuk implementasi dari SMAP, seluruh Insan KAI Commuter berkomitmen menolak pemberian atau gratifikasi dari mitra perusahaan. “Ketika ada pemberian dari pihak ketiga, kami langsung menolak. Bukan tidak menghargai, tetapi secara aturan, kami dilarang untuk menerima gratifikasi.”

Dalam kegiatan ini juga, KAI Commuter memperkenalkan Vendor Management System (VMS), aplikasi mengenai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan KAI Commuter.

Pullquote:

“Semoga kegiatan ngobrol bareng ini memberikan manfaat yang nyata dan menjadi bagian dari upaya kolektif kita dalam membangun KAI Commuter lebih unggul, sehat, dan berintegritas.”

Manager Good Corporate Governance and Compliance KAI Commuter Fortina Jean Prasasti