Bangkit Bersama Energi Baru

Share this article

Tim CTR berhasil meraih Juara Umum Commuter Porseni 2026 setelah menorehkan prestasi di sejumlah cabang olahraga, mulai dari mini soccer, badminton, basket, hingga catur.

Menjadi juara dalam kompetisi olahraga tidak hanya membutuhkan kemampuan individu. Di balik setiap kemenangan, ada proses seleksi pemain, membangun kekompakan, serta memadukan pengalaman dengan energi baru.

Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan tim CTR dalam mengikuti Commuter Porseni 2026. Tahun ini, CTR mengirimkan perwakilan di seluruh cabang olahraga dan berhasil meraih Juara I mini soccer dan badminton, Juara II basket, serta Juara III catur. Hasil tersebut mengantarkan CTR menjadi juara umum.

Karpasih menuturkan, perjalanan tim CTR di Porseni 2026 dimulai dari proses seleksi internal. Dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, seleksi dilakukan untuk menyaring pemain yang akan mewakili tim di masing-masing cabor. Pada mini soccer, misalnya, dari sekitar 30 pegawai yang mengikuti seleksi, sebanyak 12 pemain terpilih untuk memperkuat tim.

“Selain bertujuan mencari talenta terbaik, proses seleksi juga merupakan bagian dari upaya regenerasi atlet. Jadi, kami mencoba mengolaborasikan pemain lama dengan pemain baru,” terang Karpasih.

 

Bangkit dengan Energi Baru

Kemenangan tahun ini memiliki arti tersendiri bagi tim CTR. Pada penyelenggaraan sebelumnya, beberapa cabang yang biasanya menjadi andalan belum mampu memberikan hasil seperti yang diharapkan. Mini soccer bahkan tidak berhasil lolos dari fase grup.

Menurut Karpasih, salah satu modal terpenting tim ialah chemistry yang telah terbentuk di antara pemain lama. Pada mini soccer dan badminton, sebagian pemain telah bermain bersama selama beberapa tahun sehingga kekompakan antarpemain sudah terbangun.

Selain pemain lama, hadir pula wajah-wajah baru yang memberikan warna berbeda bagi tim. Kehadiran pemain baru di beberapa cabor tidak hanya memperkuat komposisi tim, tetapi juga memberikan energi baru dalam menghadapi pertandingan.

Kendati demikian, perjalanan menuju juara juga tidak mudah. Kehadiran sejumlah tim dari divisi lain membuat kekuatan lawan tidak selalu mudah diprediksi. Bagi CTR, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam setiap pertandingan.

“Kami sejak awal keep fighting saja. Siapa pun lawannya, kami berusaha tampil terbaik,” ujar Karpasih.

Menyiapkan Generasi Berikutnya

Menjadi juara umum tidak lantas membuat perjalanan tim CTR berhenti. Untuk menghadapi Commuter Porseni berikutnya, tim berencana melakukan pemetaan kekuatan dan seleksi pemain lebih awal di berbagai cabang olahraga.

Andi Lukman berharap, pemetaan kekuatan dan seleksi pemain dapat memperkuat komposisi tim sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi pegawai muda untuk berpartisipasi. Di cabang tenis, misalnya, sebagian pemain yang berkompetisi merupakan wajah lama yang telah berpartisipasi selama beberapa tahun.

“Harapannya, kami bisa mempertahankan prestasi dan meraih juara pada 2027. Yang tak kalah penting, muncul bibit-bibit baru di semua cabang olahraga yang dipertandingkan.”

Sementara, Ludi Jalalludin berharap penyelenggara dapat merancang regulasi yang lebih baik dan komprehensif, terutama terkait pemain dari alih daya. Menurutnya, kejelasan regulasi dapat membantu meminimalkan potensi persoalan selama pertandingan.

“Konflik kecil dalam pertandingan hal yang biasa, tetapi dengan regulasi yang lebih baik, bisa meminimalkan terjadinya konflik. Semoga, Commuter Porseni 2027 lebih meriah lagi.”