Melalui kegiatan Let’s Talk Healthy, KAI Commuter mengajak Insan KAI Commuter lebih peduli terhadap kesehatan melalui pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.
KAI Commuter menggelar kegiatan Let’s Talk Healthy pada Kamis, 15 Oktober 2026. Mengangkat tema Fit to Work: Cegah Obesitas dengan Makan Sehat dan Gaya Hidup Aktif, kegiatan ini menghadirkan dr. Heny Puspita, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit YARSI.
Dalam pemaparannya Heny menjelaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan berat badan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti hipertensi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal.
“Berdasarkan data WHO pada 2022, sekitar 43 persen orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan 890 juta orang di antaranya hidup dengan obesitas.”
Heny menambahkan, pola hidup kurang aktif dan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori, tetapi rendah serat, menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan risiko obesitas. Ketika asupan energi berlebihan tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup, lemak dapat menumpuk dan memicu peradangan yang mengganggu metabolisme tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik.

Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Untuk mencegah obesitas, ia menekankan pentingnya perubahan gaya hidup secara menyeluruh. Pola makan seimbang perlu diimbangi aktivitas fisik, tidur yang cukup dan berkualitas, serta pengelolaan stres. Konsistensi dalam menjalankan kebiasaan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Dari sisi pola makan, konsumsi sayur dan buah perlu ditingkatkan, sementara asupan gula, garam, dan lemak perlu dibatasi. Kebutuhan nutrisi juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas masing-masing individu.
Aktivitas fisik pun tidak harus selalu dimulai dengan olahraga berintensitas tinggi. Berjalan kaki, menggunakan tangga, dan mengurangi waktu duduk terlalu lama dapat menjadi langkah sederhana untuk membiasakan tubuh tetap aktif.
“Kalau kita mulai olahraga, yang penting dimulai dulu saja. Intensitasnya tidak perlu terlalu berat, yang penting dilakukan secara rutin.”
Selain memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik, Heny juga menjelaskan bahwa risiko obesitas dapat dikenali melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar perut. Penumpukan lemak, terutama di area perut, perlu diwaspadai karena berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik. Pemeriksaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengevaluasi kondisi tubuh dan menentukan upaya pengendalian berat badan.
