Merawat Kesejahteraan Menumbuhkan Kebahagiaan

Share this article

Dari ruang menyalurkan hobi hingga dukungan kesehatan mental dan finansial, KAI Commuter terus mengembangkan program kesejahteraan untuk mendukung kehidupan kerja yang lebih seimbang.

Lingkungan kerja yang nyaman tecermin dari sikap saling menghargai, kesempatan untuk berkembang, dan ruang bagi setiap individu untuk bertumbuh. Semangat inilah yang diwujudkan KAI Commuter melalui berbagai program kesejahteraan pegawai. 

Komitmen tersebut sejalan dengan Peraturan Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Nomor PER.D2/KC.202/IX/KA-2026 tentang Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai dan Inklusif di Tempat Kerja (Respectful and Inclusive Workplace Policy). Kebijakan ini menjadi pedoman untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, aman, dan produktif, sekaligus mencegah diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan seksual. 

Internal Relation dan Corporate Culture Manager KAI Commuter Yudi Ramdhan menuturkan, salah satu bagian dari Respectful and Inclusive Workplace Policy ialah Employee Well-Being, yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan finansial pekerja. 

“Well-being, sederhananya ialah bagaimana pekerja diberikan nilai tambah dari sisi kebahagiaan, kesehatan, dan hal-hal yang bisa mendukung produktivitasnya melalui kegiatan positif di perusahaan. KAI Commuter sudah melakukan hal tersebut,” terang Yudi. 

 

Memberi Ruang untuk Bertumbuh

Salah satu upaya KAI Commuter dalam mendukung kesejahteraan pekerja diwujudkan melalui pembentukan 14 komunitas yang mewadahi minat di bidang seni dan olahraga. Selain itu, KAI Commuter juga menyelenggarakan Commuter Porseni sebagai wadah bagi pekerja untuk mengembangkan dan menampilkan bakat, sekaligus mengapresiasi potensi insan perusahaan.

Perhatian terhadap kesejahteraan pegawai juga diwujudkan melalui kebijakan cuti dan fleksibilitas kerja. Keduanya diharapkan membantu pekerja menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan kehidupan pribadi dan keluarga. Yudi juga menyoroti kebijakan cuti besar yang memberikan kesempatan bagi pekerja untuk mengambil waktu lebih panjang sesuai kebutuhan.

Pada aspek kesehatan mental, KAI Commuter juga menyelenggarakan edukasi dan konsultasi psikologis secara daring. Sementara, kesejahteraan finansial didukung melalui edukasi pengelolaan keuangan pribadi dengan melibatkan narasumber dari sektor perbankan.

Pengembangan diri turut mendapat perhatian melalui kegiatan beauty class atau grooming. Selain itu, perusahaan juga menyelenggarakan program Pembinaan dan Pengasuhan ASP sebagai bagian dari upaya mendukung pembinaan yang melibatkan pekerja dan keluarga. 

“Dari sisi fasilitas, kami menyediakan Jaminan Kesehatan Perusahaan, Pos Kesehatan, dan ruang laktasi untuk mendukung kebutuhan pekerja perempuan yang menyusui. Ke depan, perusahaan juga berencana membangun fasilitas daycare di tempat kerja.”

Mendengar Kebutuhan, Menumbuhkan Kepedulian

Meski berbagai inisiatif telah berjalan, Yudi menilai program Employee Well-Being perlu terus dikembangkan. Hasil survei internal dalam dua tahun terakhir menunjukkan pentingnya mengembangkan program yang mendukung terciptanya work-life balance bagi Insan KAI Commuter. 

Ia menambahkan, ke depan, pengembangan program well-being diharapkan dapat menyentuh kebutuhan keluarga serta penguatan ekonomi pekerja. Salah satu gagasan yang dapat dijajaki ialah memberikan ruang bagi pekerja yang memiliki UMKM untuk mengembangkan usahanya.

“Tentunya kami akan terus berupaya untuk bisa memenuhi kebutuhan pegawai sehingga Insan KAI Commuter semakin sejahtera, sehat secara fisik, mental, dan finansial.”