Dari Ruang Legal ke Garis Depan Pelayanan

Share this article

Lebih dari satu dekade bekerja di bidang legal mengantarkannya pada pengalaman baru. Kini, ia memimpin wilayah operasional dengan cakupan pekerjaan dan tim yang jauh lebih besar.

Bekerja di dunia perkeretaapian tak pernah ada dalam bayangan Mara Hasan Ritonga. Maka, selepas menamatkan pendidikan sarjana pada 2007, ia meniti kariernya di sejumlah bidang, mulai dari sektor perbankan, firma hukum, dan perusahaan pengembang, bidang pekerjaan yang tak bersentuhan dengan industri kereta api. 

“Dulu, berpikirnya, kalau mau bekerja di BUMN, ya Pertamina, Telkom, atau PGN. Saya tidak pernah berpikir bekerja di kereta api,” kenang Mara. 

Namun, informasi dari seorang sahabat mengubah arah perjalanan kariernya. Berbekal informasi mengenai lowongan pekerjaan di Kereta Commuter Jakarta, Mara tertarik mencoba tantangan baru di dunia yang tak pernah dibayangkannya itu. Pada 9 Desember 2013, ia bergabung dengan KCJ sebagai Senior Supervisor Legal.

“Saya masih ingat betul tanggalnya karena hari pertama bekerja itu, terjadi peristiwa tertemper antara KRL dengan truk tangki Pertamina di Bintaro. Jadi, saya ke lapangan tanpa memakai seragam, tanpa ID card.” 

Lebih dari satu dekade peristiwa itu berlangsung, perjalanan kariernya di KAI Commuter terus menapaki tanggung jawab yang lebih tinggi. Sempat menjabat sebagai Legal Manager sejak Oktober 2016 hingga Februari 2026, ia kemudian diamanahi tanggung jawab baru sebagai Senior Manager Wilayah II Bandung. 

Pentingnya Integritas dalam Bekerja

Bagi Mara, hal yang paling berbeda dalam memimpin wilayah operasional terletak pada struktur organisasinya. Jika sebelumnya ia bekerja bersama lima orang, kini ia mengemban tanggung jawab atas 75 personel dengan cakupan pekerjaan yang beragam, mulai dari administrasi, operasional, sarana, pelayanan penumpang, hingga pengadaan.

Sebagai pemimpin baru, ia mengawali tugasnya dengan mengumpulkan tim dan mengadakan weekly meeting. Tak cukup memimpin dari balik meja, ia juga turun langsung meninjau sejumlah stasiun untuk melihat kondisi fasilitas dan kebutuhan perbaikan layanan bagi pengguna Commuter Line dan kereta lokal. 

Stasiun Cikudapateuh menjadi salah satu pekerjaan awal yang ia lakukan. Melihat kondisinya yang belum tertata, ia berinisiatif melakukan pembenahan. Ia juga menindaklanjuti persoalan kebocoran di sejumlah stasiun, serta memperbaiki berragam filitas seperti musola, toilet, dan hall pelayanan di stasiun Cikampek dan Purwakarta. 

“Saya juga menekankan kepada tim untuk selalu menjunjung integritas. Di bawah kepemimpinan saya, segala tindakan kejahatan tidak berhenti pada proses perusahaan, tetapi juga dibawa ke ranah hukum.”

Menata Langkah, Menguatkan Layanan

Tak hanya berfokus pada peningkatan layanan, Mara juga menaruh perhatian pada kinerja bisnis Wilayah II Bandung. Peningkatan laba menjadi salah satu target yang ingin dicapai, antara lain melalui penyelesaian program kerja dan pengadaan yang telah direncanakan.

Di sisi lain, peluang untuk meningkatkan pendapatan nonangkutan juga terus dijajaki, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan KAI Group.

Pria yang gemar bermain tenis meja dan senang memelihara ikan, burung, dan kucing ini berpesan kepada Insan KAI Commuter untuk senantiasa menjaga integritas, menjalankan tanggung jawab dengan baik, dan saling mendukung demi menghadirkan layanan yang semakin baik bagi masyarakat.