Lagu untuk Para Pejuang Kereta

Share this article

Perjuangan para pengguna Commuter Line menggerakkannya untuk berkarya. Kisah-kisah tersebut kemudian ia tuangkan dalam lagu berjudul Pejuang Kereta.

Setiap hari lebih dari satu juta orang menempuh perjalanan dengan Commuter Line. Bagi Sakti Rizki Krismansyah, perjalanan tersebut tak sekadar menjadi pemandangan yang ia temui saat bertugas sebagai Passenger Service di Stasiun Sudirman, tetapi juga sumber inspirasi untuk berkarya. Perjuangan para pengguna Commuter Line itu ia tuangkan dalam sebuah lagu berjudul Pejuang Kereta.

“Saya melihat perjuangan pengguna Commuter Line, ada yang sekolah, ada yang kerja, dan ada yang mencari kerja. Saya berpikir, kisah-kisah ini bisa dijadikan lagu,” cerita Sakti.

Berbekal gitar, smartphone, dan tripod, Sakti mulai memetik gitar sambil merangkai lirik yang terlintas di pikirannya. Rekaman sederhana itu kemudian ia unggah ke Instagram.

Petikan gitar dan lirik spontan yang dibawakannya mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai dari rekan kerja hingga railfans. Melihat respons tersebut, Sakti kemudian dibantu seorang teman yang berpengalaman dalam produksi musik untuk mengaransemen ulang lagu itu dengan tambahan berbagai instrumen.

Dari kamar kos dan peralatan rekaman sederhana, Pejuang Kereta akhirnya berkembang menjadi sebuah karya utuh yang resmi dirilis pada 1 Mei 2026.

Gemar Bermusik Sejak SMP

Respons terhadap Pejuang Kereta ternyata melampaui bayangan Sakti. Kontennya masuk FYP di TikTok, sementara Insan KAI Commuter dan komunitas railfans turut membagikan lagu tersebut melalui Instagram Story. Berkat berbagai unggahan itu, Pejuang Kereta semakin dikenal hingga viral di media sosial.

“Lagu ini sudah ditonton lebih dari 37 ribu kali di Instagram. Dalam dua bulan, sudah didengarkan lebih dari 7 ribu kali di Spotify,” cerita Sakti.

Kecintaan Sakti pada musik telah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Sang ayah, yang mahir memainkan gitar, piano, dan organ, turut memperkenalkannya pada dunia musik. Dari sana, Sakti mulai belajar memainkan gitar dan piano, mencoba saksofon, hingga mendalami teknik fingerstyle gitar.

Ketertarikannya pada musik tak sebatas memainkan alat musik. Sakti juga berani mengasah kemampuannya dengan tampil di depan publik melalui berbagai perlombaan, mulai dari vokal grup, menyanyi solo, hingga nasyid. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Sakti dalam membangun kemampuan dan kepercayaan dirinya di dunia musik.

Ruang untuk Bertumbuh

Bagi Sakti, bekerja di KAI Commuter tak pernah menjadi halangan untuk menyalurkan hobinya bermusik. Seusai berdinas, ia kerap meluangkan waktu untuk bermain gitar dan mengasah kemampuan bermusiknya. Belakangan, ia juga semakin aktif menekuni dunia content creator melalui berbagai video yang dibagikan di media sosial.

Kepada Insan KAI Commuter, Sakti berpesan untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik bermusik, menari, atau puisi. “Kegiatan Commuter Porseni yang diselenggarakan oleh perusahaan bisa menjadi ajang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas yang kita miliki.”