Berkembang Tanpa Batas Peran

Share this article

Di balik tugasnya mengoperasikan Commuter Line, ia menemukan ruang untuk terus berkembang melalui personal branding sebagai content creator.

Menjadi masinis membuat Thomas Putra Alfianto terbiasa bekerja dengan fokus dan disiplin. Namun, di luar tugasnya mengoperasikan Commuter Line, ia menemukan ruang lain untuk terus berkembang. Thomas aktif membuat konten dan membangun personal branding sebagai influencer lifestyle.

Ketertarikannya pada dunia konten sudah tumbuh jauh sebelum ia bergabung dengan KAI pada 2019. Ia gemar mengabadikan berbagai momen dalam keseharian dan membagikannya melalui media sosial.

“Memang dari awal suka upload sesuatu karena momen nggak datang dua kali. Jadi aku selalu mendokumentasikan kegiatan yang dijalani.”

Kebiasaan tersebut tetap ia jalani ketika mengikuti pendidikan masinis di KAI Commuter hingga mulai berdinas. Konten yang dibagikannya pun tidak terbatas pada kehidupan sebagai masinis. Thomas banyak bercerita tentang keseharian, perjalanan, hingga berbagai kegiatan di perusahaan.

Seiring waktu, yang awalnya hanya kebiasaan untuk mendokumentasikan momen mulai berkembang ke arah lebih luas. Jumlah pengikut bertambah, ragam cerita semakin luas, dan Thomas melihat ada peluang untuk menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari perjalanan dirinya di luar pekerjaan.

Membuka Peluang untuk Terus Berkembang

Memasuki ranah lifestyle membuat Thomas semakin leluasa mengeksplorasi berbagai pengalaman. Ia tidak lagi hanya berbagi aktivitas sebagai masinis, tetapi juga perjalanan dan kehidupan sehari-hari. Dari sinilah personal branding sebagai content creator lifestyle semakin terbentuk.

“Jadi, aku menyadari bahwa cakupanku lumayan luas. Tidak hanya tentang masinis, tetapi juga lifestyle dan berbagi hal-hal yang postif kepada audiens.”

Aktivitas tersebut kemudian membawanya pada berbagai kesempatan. Thomas dipercaya menjadi pembicara, mengikuti sejumlah kegiatan BUMN, hingga menerima tawaran endorsement.

Bagi Thomas, perjalanan sebagai content creator akhirnya memberi lebih dari sekadar ruang berekspresi. Jejaringnya semakin luas, kemampuan komunikasinya berkembang, dan terbuka pula peluang penghasilan tambahan. Meski demikian, semua kesempatan tersebut tetap ia jalankan dengan menjaga tanggung jawab utamanya sebagai masinis.

Berkarya Tanpa Mengabaikan Tugas Utama

Jadwal dinas menjadi pertimbangan utama sebelum Thomas menerima pekerjaan di luar. Karenanya, Ia membatasi jumlah brand yang diterima agar tetap seimbang dengan tugasnya di KAI Commuter.

“Jadi, dalam sebulan tidak semua tawaran endorsment aku ambil. Cuma dua atau sampai maksimal tiga itu bisa aku ambil.”

Apa yang dibangunnya di media sosial juga tidak berhenti pada kepentingan pribadi. Thomas memanfaatkannya untuk membawa pesan positif tentang KAI Group melalui konten kegiatan, layanan, dan fasilitas perusahaan dengan cara yang lebih natural.

Kesempatan memberi dampak lebih luas datang ketika ia terpilih mengikuti Relawan BUMN ke Maluku. Membawa nama KAI Commuter, Thomas memperkenalkan profesinya sekaligus mengajak anak-anak di sana untuk berani memiliki cita-cita yang lebih luas.

“Saya yakin, setiap Insan KAI adalah brand ambassador perusahaan. Jadi, jangan malu untuk tampil, kemudian bangun citra positif perusahaan sehingga orang lain amaze dengan KAI Group.”