Semua Berhak Dihargai

Share this article

Budaya saling menghargai menjadi fondasi KAI Commuter dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan memberi ruang setara bagi seluruh pegawai.

Lingkungan kerja yang nyaman tidak hanya dibangun melalui hubungan yang baik, tetapi juga dari kesediaan setiap orang untuk menghargai perbedaan. Di KAI Commuter, mutual respect menjadi bagian dari upaya menciptakan tempat kerja yang terbuka, aman, dan memberikan ruang yang setara bagi setiap pegawai.

Compliance Manager KAI Commuter Nitralia Prameswari menjelaskan, budaya kerja saling menghargai telah dituangkan dalam Respectful Workplace Policy. Kebijakan tersebut ditandatangani oleh para pemimpin divisi agar dapat diterapkan di seluruh lapisan perusahaan.

Melalui kebijakan tersebut, setiap Insan KAI Commuter diharapkan dapat berinteraksi tanpa membedakan latar belakang, agama, jenis kelamin, kondisi fisik, maupun karakteristik lainnya. Kebijakan ini sekaligus menjadi salah satu landasan dalam mencegah terjadinya diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan seksual di lingkungan kerja.

“Guna mendukung budaya saling menghargai, perusahaan turut mewadahi melalui mekanisme pelaporan yang aman, rahasia, dan dapat diakses untuk menyampaikan dugaan pelanggaran.”

Namun, membangun budaya kerja yang saling menghargai tidak cukup hanya melalui kebijakan. Nitralia menilai, setiap individu juga memiliki peran untuk menerapkannya dalam keseharian, salah satunya dengan meningkatkan empati.

Empati membuat setiap insan lebih peka terhadap kondisi orang lain sekaligus mendorong keinginan untuk saling membantu. Dari sinilah komunikasi dan kolaborasi dapat terbangun dengan lebih baik. Ketika ada hal yang perlu diperbaiki, sikap saling mengingatkan menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan kerja tetap positif.

“Nilai-nilai tersebut sangat mendukung dalam bekerja. Jadi, ketika ada sesuatu yang salah, kami tidak mencari siapa yang salah, melainkan fokus bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut.”

Memberi Ruang untuk Berkontribusi

Semangat saling menghargai juga terlihat dari cara KAI Commuter membangun lingkungan kerja yang inklusif. Salah satunya melalui keterlibatan karyawan penyandang disabilitas di Command Center Room (CCR) KAI Commuter.

Customer Care Junior Specialist 3 KAI Commuter Syukur Pujianto menjelaskan, sejak awal pegawai disabilitas ditempatkan dengan prinsip kesempatan yang sama. Mereka tidak dibedakan dari karyawan lainnya dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan.

Menariknya, kehadiran pegawai disabilitas justru memberikan perspektif baru bagi tim. Karyawan disabilitas turut memberikan masukan dalam menganalisis dan mengevaluasi kebutuhan pelanggan disabilitas, termasuk penerapan berbagai program dan ketentuan yang ada.

Dalam keseharian, dukungan diberikan dengan memahami kebutuhan masing-masing. CCR menyediakan portable ramp untuk mendukung aktivitas Endah, sementara pekerjaan Salman disesuaikan dengan kebutuhan komunikasinya.

Bagi Syukur, pengalaman tersebut juga mengubah cara pandangnya. Ia melihat bahwa karyawan disabilitas bukan hanya membutuhkan kesempatan, tetapi juga memiliki kemampuan dan kelebihan yang dapat berkontribusi dalam pekerjaan.