Setara dalam Berkarya

Share this article

Saling menghargai bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga memberi ruang yang setara bagi setiap orang untuk tumbuh dan berkarya.

Bagi Salman Al Faris dan Endah Walidah, menjadi karyawan disabilitas di KAI Commuter bukan sekadar tentang kesempatan bekerja. Lebih dari itu, keduanya merasakan bagaimana sikap saling menghargai membuka ruang untuk tumbuh, berkolaborasi, dan bergerak bebas sebagai difabel.

Melangkah Bersama dalam Perbedaan

Dua tahun lebih menjadi bagian dari KAI Commuter, Salman masih mengingat jelas kebahagiaannya saat mendapat kesempatan bekerja sebagai Help Desk Command Center Room. Baginya, kesempatan itu menjadi langkah untuk mewujudkan impian bekerja di industri perkeretaapian.

Seiring waktu, rasa senang itu tumbuh menjadi rasa nyaman. Dukungan dari rekan kerja membuat Salman leluasa bertanya ketika menghadapi pekerjaan yang belum dipahami. Ia pun berusaha membantu ketika rekan kerja mengalami kesulitan. Sikap saling mendukung tersebut membuat Salman merasa diterima dan menjadi bagian dari tim.

Di sisi lain, rekan kerjanya juga memahami bahwa setiap orang memiliki cara dan ritme berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan. Dukungan tersebut membuat Salman semakin percaya diri menjalankan amanah dan memberikan kemampuan terbaiknya.

“Cara untuk menyelesaikan pekerjaan setiap orang mungkin sedikit berbeda, tetapi hasilnya sama saja. Jadi, saling berkolaborasi dan menciptakan suasana kerja yang inklusif. Jangan lupa saling menghargai dan saling menghormati perbedaan.”

Perhatian Kecil yang Berarti Besar

Seperti Salman, Endah merasa nyaman bekerja di KAI Commuter. Rasa tidak percaya diri saat awal bergabung perlahan surut berkat dukungan rekan-rekan yang membantunya memahami pekerjaan dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Teman-teman membantu hal-hal yang saya tidak tahu sama sekali. Mereka bantu dan ikut mengarahkan. Itu sudah merasa di-support banget.”

Bagi Endah, penghargaan juga hadir melalui perhatian sederhana. Saat bekerja, ia membutuhkan alat bantu berupa pijakan agar lebih nyaman. Tanpa perlu diminta, rekan-rekannya kerap menyiapkan pijakan kursi tambahan untuknya.

Rekan kerja di CCR, bagi Endah, layaknya keluarga. Setiap hari bertemu, saling mengenal, berkolaborasi, dan peduli membuatnya merasa memiliki ruang yang aman untuk berkembang.

Kini, Endah tidak hanya merasa memiliki pekerjaan, tetapi juga ruang untuk bergerak dan berkembang. Ia merasa memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya tanpa dipandang sebelah mata.

“Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menghargai dan tidak melakukan diskriminasi. Sebagai penyandang disabilitas, bekerja di KAI Commuter membuat saya merasa telah bebas bergerak.”