Pengalaman melayani jutaan pengguna Commuter Line setiap hari mengantarkan empat Insan KAI Commuter meraih penghargaan pada ajang Contact Center World (CCW) 2026 di Malaysia.
Empat Insan KAI Commuter membawa cerita yang berbeda ke Contact Center World (CCW) 2026 di Malaysia pada 22-26 Juni 2026. Namun, semuanya berangkat dari satu hal yang sama: pengalaman melayani jutaan pengguna Commuter Line setiap hari.
Kisah tersebut mengantarkan Sobari Fadillah meraih Gold kategori Public Service CX, Hafidz Saputra dan Jadi Setiadi meraih Gold kategori Customer Service Team, sedangkan Irvanno O.P. Aslah memperoleh Silver kategori Customer Loyalty.

Ketika Kejadian Sehari-hari Menjadi Inspirasi
Di antara berbagai cerita yang dibawa ke Malaysia, Hafidz Saputra dan Jadi Setiadi memilih kisah tentang penumpang yang memaksa masuk ke dalam kereta. Bagi keduanya, peristiwa tersebut bukan sekadar kejadian viral, melainkan gambaran nyata tantangan yang dihadapi petugas transportasi publik dalam mengambil keputusan cepat di situasi darurat.
Melalui konsep Active Care, mereka memperlihatkan bagaimana petugas stasiun, Customer Service on Train (CSOT), hingga unsur operasional saling berkolaborasi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Kasus itu memang viral dan dilihat jutaan orang dari berbagai negara. Di forum tersebut, kami ingin menunjukkan bagaimana KAI Commuter menangani situasi tersebut,” ujar Hafidz.
Lebih dari sekadar membahas insiden, keduanya ingin memperlihatkan bahwa pelayanan terbaik lahir dari kolaborasi. Ketika kondisi darurat terjadi, setiap petugas menjalankan perannya agar keselamatan dan kenyamanan pengguna Commuter Line tetap menjadi prioritas.
Mengenalkan Wajah Penumpang Indonesia
Berbeda dengan Hafidz dan Jadi, Irvanno O.P. Aslah memilih membawa kisah seorang pedagang pasar yang menjadi pemenang Customer Loyalty Program. Cerita sederhana itu justru menjadi cara untuk menunjukkan bahwa apresiasi KAI Commuter terbuka bagi seluruh pelanggan, tanpa memandang profesi maupun latar belakang ekonomi.
“Kami ingin dunia tahu bahwa penumpang KAI Commuter berasal dari berbagai segmen masyarakat dan semuanya sama berharganya,” ungkap Irvanno.
Pendekatan tersebut menarik perhatian peserta dari berbagai negara. Seusai presentasi, sejumlah peserta menghampirinya untuk berdiskusi lebih jauh karena melihat program loyalitas yang menghadirkan sosok pelanggan dari kalangan sederhana sebagai tokoh utama.
Kesempatan yang Terbuka untuk Semua
Dalam presentasinya, Sobari Fadillah memperkenalkan bagaimana KAI Commuter menghadirkan layanan publik yang inklusif, mulai dari fasilitas bagi penyandang disabilitas, kampanye keselamatan, kereta khusus wanita, hingga Kereta Petani.
Di antara seluruh materi yang disampaikan, Kereta Petani justru paling menyita perhatian audiens. Banyak peserta baru mengetahui bahwa layanan komuter di Indonesia juga mendukung mobilitas para petani, sesuatu yang belum mereka temui di negara lain.
Bagi Sobari, tampil di CCW menjadi bukti bahwa setiap Insan KAI Commuter memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Di KAI Commuter semua orang punya kesempatan untuk berkembang, belajar, dan ikut kompetisi, asalkan mau belajar dan berani mencoba,” kata Sobari.
Meski sempat merasa kemampuan bahasa Inggrisnya belum sempurna, ia tetap mampu membawa praktik pelayanan KAI Commuter ke panggung internasional sekaligus menunjukkan bahwa layanan yang lahir dari kebutuhan masyarakat Indonesia mampu menarik perhatian dunia.