Setiap inovasi selalu memiliki cerita. Ada yang berawal dari keresahan di lapangan, ada pula yang muncul dari keinginan membuat pekerjaan lebih aman, mudah, dan berkelanjutan. Empat peserta Commuter Innovation Challenge (CIC) 2026 berbagi perjalanan mereka dalam mengubah ide sederhana menjadi solusi yang bermanfaat.

Muhammad Nurulhuda – Tim CRRC
Targetnya Satu: Zero Accident
“Keinginan mewujudkan zero accident menjadi awal lahirnya inovasi CTSS. Setelah mengamati kondisi di lapangan, kami melihat belum ada alat tambahan yang dapat membantu mencegah pelanggaran sinyal. Iniovasi ini kemudian kami kembangkan dan uji menggunakan prototipe kereta untuk memastikan akurasi serta efektivitasnya sebelum diterapkan.
Proses implementasi alat ini menjadi tantangan tersendiri. Kami harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari unit internal hingga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Meski membutuhkan waktu, proses tersebut menjadi langkah penting agar inovasi ini benar-benar dapat mendukung keselamatan perjalanan KRL.”

Dimas Saputra – Tim Omega
Keluhan di Lapangan Jadi Sumber Ide
“Gangguan yang kerap terjadi pada rangkaian JR 205 mendorong kami mengembangkan checker elektrik kopler untuk membantu pemeriksaan instalasi kereta sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih cepat.
Tantangan utama dalam pembuatan inovasi ini adalah memastikan alat yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan teknisi sekaligus mampu meningkatkan aspek keselamatan. Menyatukan berbagai ide di dalam tim juga bukan hal yang mudah, tetapi justru membuat inovasi ini semakin matang.”

Sayyidina Ali – Tim Bogor Pride
Belajar AI Demi Keselamatan Perjalanan
“Sebagai masinis, kami ingin memiliki sistem yang dapat memberi peringatan lebih dini ketika ada hambatan di perlintasan. Dari kebutuhan itu, kami mengembangkan sistem early warning berbasis CCTV dan AI agar masinis memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan pengereman.
Belajar teknologi baru bukan tantangan terbesar karena sekarang banyak sumber belajar yang bisa diakses. Yang lebih menantang adalah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar sistem ini nantinya benar-benar dapat diterapkan di lapangan.”

Abung Faisal – Tim Red Hood
Seragam Bekas Masih Punya Nilai
“Kami mengembangkan inovasi pemanfaatan kembali seragam dinas yang tidak terpakai melalui konsep ekonomi sirkular. Harapannya, limbah tersebut tidak hanya memiliki nilai guna baru, tetapi juga mendukung program sustainability di KAI Commuter.
Tantangan terbesar ialah mengajak pegawai berpartisipasi mengumpulkan seragam bekas sekaligus membangun kesadaran bahwa limbah pun dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi perusahaan maupun lingkungan.”