KAI Commuter menegaskan komitmennya terhadap prinsip ESG melalui program Commuter Recycle. Ubah seragam dan KMT tidak terpakai menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat.
KAI Commuter terus berkomitmen mengedepankan prinsip-prinsip Environment, Social, Governance (ESG) dalam menjalankan bisnisnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, salah satunya ialah recycling (daur ulang) pakaian dinas pegawai dan Kartu Multi Trip (KMT) yang tidak terpakai. Diluncurkan pada Jumat, 12 September 2025, program daur ulang ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-17 KAI Commuter.
Vice President of Sustainability PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tria Mutiari Meilan dalam kesempatan tersebut menuturkan, Pemerintah Indonesia telah mendorong seluruh instansi maupun perusahaan untuk melaksanakan prinsip-prinsip keberlanjutan. Upaya KAI Commuter mendaur ulang seragam dan KMT yang tidak terpakai menunjukkan bahwa perusahaan berkomitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutkan (SDGs).
“Ini merupakan bentuk komitmen KAI Commuter terhadap poin SDGs nomor 12, yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,” terang Tria.
Tria menambahkan, kain batik dan paving block yang dihasilkan dari proses daur ulang ini sangat bermanfaat. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Ini baru langkah awal dan ke depannya akan ada inisiatif besar yang akan kita gaungkan bersama dan berkolaborasi dengan seluruh anak perusahaan PT KAI (Persero).”

Komitemen Terhadap ESG
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto dalam kesempatan tersebut mengatakan, program daur ulang ini merupakan komitmen KAI Commuter dalam menerapkan prinsip-prinsip ESG di dalam proses bisnis perusahaan. Asdo menegaskan bahwa sebagai perusahaan transportasi publik, KAI Commuter berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan dengan mengedepankan prinsip ESG dalam seluruh aspek operasionalnya.
“Sebanyak 144,05 kilogram seragam dinas R6 yang tidak terpakai kami kumpulkan dan olah kembali menjadi kain batik sepanjang 306 meter. Sementara, 956,88 kilogram KMT didaur ulang menjadi 352 paving block yang akan digunakan untuk fasilitas kantor dan stasiun,” ujar Asdo.
Asdo menambahkan, batik hasil daur ulang tersebut diberi nama “Batik Harmoni Komuter”. Desain batik ini dirancang sebagai representasi visual perjalanan masyarakat urban yang dinamis, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai tradisional.
Selain meluncurkan program Commuter Recycle, dalam kesempatan tersebut, KAI Commuter juga meresmikan ruang layanan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan ruang pressroom. Langkah ini merupakan bukti keseriusan KAI Commuter dalam meningkatkan transparansi informasi perusahaan, memperkuat komunikasi publik, serta menjalin hubungan yang lebih baik dengan media massa.
Menurut Asdo, dalam satu tahun terakhir, layanan KIP KAI Commuter telah melayani 311 permohonan informasi dan dokumentasi yang berasal dari mahasiswa, instansi pemerintah, maupun instansi lainnya. Seluruh layanan tersebut dilakukan secara daring melalui permohonan di situs web http://kip.kci.id.
“Setelah peresmian ruang layanan KIP ini, masyarakat atau instansi lainnya dapat mengajukan permohonan informasi secara langsung di ruang layanan tersebut,” terang Asdo.

Pullquote:
“Seragam R6 yang tidak terpakai kami kumpulkan dan olah menjadi kain batik sepanjang 306 meter. Sementara, 950 kg KMT kedaluarsa kami daur ulang menjadi 352 paving block.”
Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto