Ketika Konsistensi Menjadi Prestasi

Share this article

Budaya 5R yang diterapkan secara konsisten mengantarkan Unit Train Crew Operation meraih juara 5R Challenge periode Juni 2026.

Di lingkungan Unit Train Crew Operation, penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) tidak hanya berfokus pada kebersihan area kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mendukung produktivitas, efisiensi, dan keselamatan. Implementasi tersebut dimulai dari Gedung Train Operation sebagai pilot project sebelum diperluas ke sembilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kru.

Manager Crew KA KAI Commuter Setiadi menjelaskan, budaya 5R diterapkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di seluruh unit kerja. Setiap bulan dilakukan evaluasi terhadap kondisi fasilitas, kebersihan, kerapian, hingga penempatan peralatan kerja untuk memastikan standar yang telah ditetapkan tetap terjaga.

“Penerapan 5R pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan yang paling utama adalah keselamatan,” ujar Setiadi.

Penataan area kerja menjadi salah satu perhatian utama. Barang yang sering digunakan ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau, sementara penyusunan peralatan di lemari disesuaikan dengan tingkat keamanan, seperti menempatkan barang yang lebih berat pada bagian bawah untuk meminimalkan potensi risiko kerja.

Membangun Kepedulian Bersama

Menurut Setiadi, tantangan terbesar dalam menerapkan 5R bukanlah menyusun aturan, melainkan menjaga konsistensi seluruh pegawai. Karena itu, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada tumbuhnya kepedulian bersama, bukan hanya instruksi dari pimpinan.

Keteladanan menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk membangun budaya tersebut. Pimpinan di setiap unit didorong untuk memberi contoh melalui tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan kerja, mengembalikan barang ke tempat semula, hingga mengingatkan ketika menemukan area yang belum tertata dengan baik. Sementara itu, kepala unit melakukan pengawasan setiap hari agar kebiasaan tersebut terus terjaga.

Perlahan, penerapan 5R membawa perubahan di lingkungan kerja. Kesadaran pegawai untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruang kerja semakin tumbuh sehingga menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif.

Menjadikan 5R Sebagai Budaya

Lebih jauh, Setiadi berharap budaya 5R tidak hanya bertahan selama program berlangsung, tetapi terus menjadi bagian dari keseharian setiap pegawai. Menurutnya, keberhasilan sebuah budaya kerja ditentukan oleh konsistensi seluruh insan perusahaan dalam menerapkannya, bahkan ketika terjadi pergantian pimpinan.

“Sebagus apa pun sebuah program, tanpa konsistensi, keteladanan pimpinan, dan kesadaran seluruh pegawai, hasilnya tidak akan maksimal. Kita juga tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka, ciptakanlah lingkungan yang besih di manapun kita berada.”