Melangkah Bersama Perubahan

Share this article

Perjalanan kariernya di KAI mengantarkannya pada peran strategis di KAI Commuter. Peran ini menempatkannya di garis depan dalam mendorong pertumbuhan dan inovasi layanan..

Bergabung dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada Februari 2007, langkah tersebut berangkat dari pertimbangan yang sederhana—mencari stabilitas sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik.

“Saat itu, sebagai seorang yang baru memulai kehidupan berkeluarga, pilihan terhadap BUMN menjadi sesuatu yang logis. KAI dipandang sebagai institusi yang memiliki fondasi kuat dan potensi untuk terus berkembang,” ujarnya.

Namun, perjalanan awal kerjanya tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi. Kondisi operasional yang dihadapi saat itu masih jauh dari modern, dengan pemanfaatan teknologi yang sangat terbatas. Alih-alih menjadi kendala, situasi tersebut justru menjadi ruang belajar yang berharga—membentuk cara pandang terhadap perubahan dan pentingnya proses.

 

Tumbuh Bersama Transformasi

Ketika transformasi besar KAI mulai berjalan, ia menjadi bagian dari perjalanan tersebut, khususnya dalam pengembangan sistem ticketing. Perubahan menjadi sistem yang lebih modern bukan sekadar pergeseran teknologi, tetapi juga membawa dampak yang lebih luas terhadap kebiasaan dan budaya masyarakat.

Dari yang sebelumnya belum terkontrol secara penuh, kemudian beralih menjadi sistem yang lebih tertib dan transparan—satu orang untuk satu tempat duduk. Perubahan ini tidak selalu mudah, namun menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik atas layanan kereta api.

Pengalaman tersebut menjadi titik pembelajaran yang berarti dalam perjalanan kariernya. Ia memahami bahwa setiap perubahan, seberat apa pun, pada akhirnya akan membawa perbaikan jika dijalankan dengan konsisten.

Perjalanan kemudian berlanjut di berbagai entitas dalam ekosistem KAI Group seperti KAI Wisata dan KAI Services sebelum akhirnya bergabung di KAI Commuter sebagai VP Commercial pada akhir 2025.

 

Menjawab Tantangan, Membangun Masa Depan

Penugasan saat ini menghadirkan tantangan yang lebih kompleks. Tidak hanya berfokus pada layanan penumpang, tetapi juga mengembangkan potensi bisnis non farebox sebagai salah satu sumber pertumbuhan perusahaan.

Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menjaga yang sudah berjalan, tetapi bagaimana mampu melihat peluang yang belum tergarap secara optimal. Salah satu fokus utama adalah penguatan sektor periklanan, baik di stasiun maupun di dalam kereta, melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Di sisi lain, penguatan layanan komersial juga terus dilakukan dengan pendekatan yang lebih adaptif, seperti penerapan dynamic pricing khususnya pada layanan kereta bandara, yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan perilaku pengguna.

Baginya, kunci utama dalam mengelola bisnis adalah keseimbangan antara kemampuan membaca peluang dan memahami pengguna. Dari situlah strategi dapat dibangun secara lebih tepat dan berkelanjutan.

Ke depan, ia melihat peran KAI Commuter akan semakin luas, seiring rencana pengelolaan kereta bandara di berbagai wilayah. Oleh karena itu, ia berpesan kepada Insan KAI Commuter untuk senantiasa mengembangkan wawasan dan keahlian sehingga siap ditempatkan dimana saja dan kapan saja.

“Kita juga harus memberikan upaya terbaik untuk hari ini, karena masa lalu adalah history dan masa depan masih misteri. Jadi, optimalkan hari ini.”

 

Pullqoute:

“Masa lalu adalah history dan masa depan masih misteri. Jadi, optimalkan hari ini!”