Satu Aplikasi untuk Keselamatan Bersama

Share this article

C-Safety hadir sebagai solusi digital untuk mempercepat pelaporan potensi bahaya, sekaligus memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini perusahaan. 

Di tengah kompleksitas operasional transportasi publik, keselamatan bukan hanya soal prosedur, tetapi juga kecepatan dalam merespons potensi bahaya. Dari kebutuhan inilah KAI Commuter menghadirkan C-Safety, aplikasi pelaporan bahaya yang dirancang untuk memudahkan Insan KAI Commuter dalam mengidentifikasi dan melaporkan potensi bahaya secara cepat dan terstruktur.

“C-Safety merupakan aplikasi pelaporan bahaya untuk pegawai. Harapannya, setiap potensi bahaya bisa langsung dilaporkan dan segera ditindaklanjuti,” ujar Environment, Health, and Safety Manager KAI Commuter, Mona Insaniati.

Sejak diluncurkan pada Desember 2022, C-Safety terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan operasional yang dinamis. Aplikasi yang semula hanya dapat diunduh melalui sistem android, kini telah terintegrasi dalam platform C-Office sehingga lebih mudah diakses baik melalui perangkat mobile maupun website

Dari Laporan ke Tindak Lanjut

Audit Standar Investigasi Specialist 3 KAI Commuter Imam Nugroho menjelaskan, alur laporan menggunakan C-Safety dirancang sederhana. Setiap Insan KAI Commuter dapat langsung menginput laporan potensi bahaya dengan melengkapi dokumentasi foto, serta menentukan lokasi atau unit terkait.

Laporan tersebut kemudian diverifikasi oleh tim HSE yang bertugas sebagai admin kemudian diteruskan ke unit terkait, seperti pelayanan, sarana, atau prasarana. Seluruh proses dilengkapi dengan sistem notifikasi dan status pelaporan, mulai dari open, on progress, hingga close.

“Jadi, pelapor bisa memantau progres laporan, apakah status laporan tersebut masih open, on progress, atau sudah close,” terang Imam. 

Imam menambahkan, jenis bahaya yang dilaporkan beragam, mulai dari unsafe condition seperti kebocoran atap peron atau kondisi alat pemadam yang tidak optimal, hingga unsafe action yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Dari data yang ada, laporan paling banyak berasal dari fasilitas pelayanan di area stasiun.

Membangun Budaya, Bukan Sekadar Sistem

Lebih Jauh Mona menjelaskan, lebih dari sekadar aplikasi, C-Safety menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan KAI Commuter. Kehadirannya mendorong setiap individu untuk lebih peka terhadap risiko di sekitarnya, sekaligus berani melaporkan tanpa rasa khawatir.

“Kami ingin semua orang lebih peduli terhadap keselamatan. Oleh karena itu, kami menerapkan prinsip no blame culture, di mana setiap laporan dijamin kerahasiaannya. Dengan pendekatan ini, diharapkan semakin banyak potensi bahaya yang dapat diidentifikasi sejak dini,” terang Mona. 

Mona menambahkan, ke depan, pengembangan C-Safety akan terus dilakukan, baik dari sisi fitur maupun kapasitas sistem, seiring meningkatnya tren pelaporan. Harapannya, aplikasi ini tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga fondasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih selamat, aman, responsif, dan berkelanjutan.