Bagi Bayu Gunawan, tak ada resep khusus untuk dapat berkarier selama lebih dari tiga dekade di PT KAI (Persero). Baginya, yang terpenting ialah menikmati pekerjaan dan menjalaninya dengan hati gembira.
Selepas menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas, Bayu Gunawan memulai perjalanan kariernya sebagai Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada Desember 1994. Hampir satu dekade berkiprah sebagai PPKA di Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto, ia yang sempat ditugaskan sebagai PPKA di Stasiun Purwoasri dan Stasiun Sumobito, kemudian diamanahi tugas yang lebih besar, yakni menjadi Kepala Stasiun Curah Malang pada Februari 2004.
Pengangkatannya sebagai kepala stasiun kelas III ini membawanya pada sejumlah jabatan penting di PT KAI (Persero), mulai dari Kepala Stasiun Madiun, Kepala Stasiun Kediri, Junior Manager PUSDALOPKA, Junior Manager Inspector Operasi, Manager operasi, hingga Plt. Senior Manager Operasi Divre IV Tanjungkarang.
Sebagai seseorang yang memulai karier dari bawah, ia memahami benar bahwa menjadi pemimpin merupakan tanggung jawab yang besar. Jika sebelumnya ia bertugas memastikan kelancaran perjalanan kereta api saja, kini tanggung jawabnya bertambah besar. Selain membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna kereta api, ia juga bertanggung jawab untuk berkoordinasi lintas instansi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Menembus Sepi Hutan dan Melewati Pandemi
Menapaki karier selama lebih dari tiga dekade di PT KAI, begitu banyak peristiwa yang mewarnai perjalanan hidupnya. Salah satu yang paling berkesan ketika ia ditugaskan di Divre IV Tanjungkarang. Divre IV dikenal sebagai wilayah yang 75 persen stasiunnya berada di dalam hutan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para Insan Kereta Api mulai dari sulitnya mengakses transportasi dan makanan hingga perasaan kesepian.
“Saya sering menginap di stasiun terpencil untuk menemani dan memberikan dukungan agar mereka tidak merasa kesepian. Saya ingin menunjukkan bahwa saya ada sebagai pemimpin mereka,” kenang Bayu.
Pengalaman lain yang juga begitu melekat dalam benaknya ialah ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Mewabahnya virus Corona telah melumpuhkan hampir seluruh moda transportasi publik, termasuk kereta api. Di masa yang penuh keterbatasan ini, angkutan batubara menjadi salah satu tumpuan penting bagi kelangsungan PT KAI.
Namun memastikan angkutan batubara berjalan lancar menjadi tantangan besar baginya. Di masa transportasi publik yang tidak diperkenankan untuk beroperasi, Bayu harus memutar otak agar Insan Kereta Api dapat menuju tempat kerjanya dengan aman dan lancar. Salah satu inisiatif penting yang ia lakukan ialah memanfaatkan kereta Babaranjang (batubara rangkaian panjang) untuk mengantar dan menjemput Insan Kereta Api.
“PPKA dan Juru Rumah Sinyal mayoritas menginap di kantor. Kami fasilitasi tempat tidur dan makanan. Untuk petugas yang wilayahnya di tengah hutan, kami kirimkan makanan melalui kereta. Ini upaya kami agar mereka semangat dan tidak jatuh sakit,” terang Bayu.
Babak Baru Bersama KAI Commuter
Selama hampir tiga puluh tahun berkecimpung di dunia operasi, tahun 2023 menjadi babak baru baginya di perkeretaapian Indonesia. Dipercaya sebagai Senior Manager Area VIII Surabaya KAI Commuter, Bayu menilai bahwa tugas barunya ini memberikan pengalaman yang sangat berbeda dengan tugas sebelumnya, terutama memastikan peningkatan layanan bagi pengguna Commuter Line sebagai bagian dari penugasan Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah Indonesia.
Mengemban amanah sebagai SM Area VIII menjelang akhir 2023, langkah pertama yang ia lakukan ialah berkoordinasi dengan seluruh tim, yakni tim komersial, SDM, hingga operasi. Koordinasi ini bertujuan untuk merancang program strategis yang dapat meningkatkan layanan pengguna Commuter Line. Kerja sama yang solid di antara seluruh tim membuahkan hasil positif. Seluruh program yang dicanangkan pada akhir 2023 dapat direalisasikan seluruhnya pada akhir 2024.
Berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, menjalani penugasan yang berbeda, tak pernah menjadi beban baginya. Ia menjalaninya dengan bahagia. Oleh karena itu ia berpesan kepada generasi muda Insan KAI Commuter, “jangan jadikan pekerjaan sebagai beban, melainkan sebagai pemicu semangat dan rasa syukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk bekerja.”
Pullquote:
“Saya sering menginap di stasiun terpencil untuk menemani dan memberikan dukungan agar mereka tidak merasa kesepian. Saya ingin menunjukkan bahwa saya ada sebagai pemimpin mereka.”
Bayu Gunawan – Senior Manager Area VIII Surabaya