Tetap Andal di Momen Lebaran

Share this article

Penguatan layanan, penambahan perjalanan, dan kesiapan personel dilakukan KAI Commuter guna memastikan perjalanan aman dan nyaman selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Lebaran selalu membawa pergerakan masyarakat dalam skala besar yang kian dinamis. Di tengah mobilitas yang terus tumbuh, layanan transportasi publik dituntut bukan hanya hadir, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung selama 18 hari, 13-30 Maret 2026, KAI Commuter memperkuat keandalan layanan di seluruh wilayah operasional perusahaan, yakni Jabodetabek, Wilayah I Merak, Wilayah II Bandung, Wilayah VI Yogyakarta, Wilayah VIII Surabaya, dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek per hari, meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Penambahan ini termasuk dua perjalanan tambahan pada lintas Rangkasbitung–Tanah Abang. Sementara, layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta juga ditingkatkan menjadi 70 perjalanan per hari, dari sebelumnya 64 perjalanan. Untuk wilayah Merak, operasional tetap dijaga stabil dengan 14 perjalanan per hari.

Dari sisi volume, KAI Commuter memproyeksikan sedikitnya 45 juta pengguna Commuter Line Jabodetabek selama periode Angkutan Lebaran, meningkat sekitar 1,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun layanan Commuter Line Merak diperkirakan tumbuh sekitar 1,3 persen dan Commuter Line Bandara sekitar 3,1 persen.

Antisipasi Lonjakan Mobilitas

Guna memastikan keandalan layanan, KAI Commuter menyiagakan sebanyak 942 unit KRL untuk wilayah Jabodetabek, 14 rangkaian untuk wilayah Merak, dan 30 unit untuk layanan Commuter Line Basoetta.

Di sisi operasional, lebih dari 5.000 personel disiagakan di wilayah Jabodetabek. Sementara, di wilayah I Merak, KAI Commuter menyiagakan lebih 200 personel tambahan. Adapun untuk Commuter Line Basoetta, KAI Commuter menyiagakan lebih dari 100 personel. Mereka terdiri dari masinis, petugas pengamanan, hingga frontliner yang berinteraksi langsung dengan pengguna.

“Penambahan personel ini bertujuan memastikan layanan tetap berjalan aman dan nyaman, terutama di titik-titik dengan potensi kepadatan tinggi,” jelas Karina.

Berdasarkan pola tahun sebelumnya, kepadatan diperkirakan mulai meningkat pada hari kedua Lebaran, terutama di stasiun tujuan wisata seperti Bogor, Rangkasbitung, dan Jakarta Kota. Untuk itu, pengaturan alur penumpang menjadi fokus utama, dengan penerapan SOP yang disiapkan untuk menjaga pergerakan tetap terkendali tanpa mengurangi kenyamanan.

Layanan yang Terus Disempurnakan

Selain kapasitas dan operasional, peningkatan juga dilakukan pada aspek fasilitas layanan. Sejumlah stasiun dengan proyeksi lonjakan penumpang dilengkapi toilet portable, tenda, serta penguatan fasilitas pendukung seperti water station yang kini tersedia hampir di seluruh stasiun.

Inovasi layanan juga terus dikembangkan melalui pemasangan vending machine dan optimalisasi fasilitas digital di area stasiun. Guna memastikan transportasi publik ramah disabilitas, KAI Commuter telah meluncurkan Kartu Disabilitas.

“Kami juga mengimbau masyarakat yang menggunakan Commuter Line agar melaporkan segala bentuk kekerasan seksual. Ini penting untuk menciptakan transportasi publik yang bebas dari kekerasan seksual.”