Transformasi Budaya Kerja Melalui Pola Pikir Positif

Share this article

Mindset Change Tour dilaksanakan di Depo KRL Bogor, Overhaul Depok, dan Depo KRL Depok. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan pola pikir positif Insan KAI Commuter.

Pola pikir (mindset) memiliki peran penting dalam perjalanan hidup seseorang. Pola pikir positif akan membantu seseorang menghadapi berbagai rintangan, melihat tantangan sebagai peluang, dan memiliki motivasi untuk terus maju. Sementara pola pikir negatif akan menghambat perkembangan diri sehingga cenderung menjauhkan seseorang dari tujuan yang hendak dicapai.

Guna menumbuhkan sekaligus menguatkan pola pikir positif Insan KAI Commuter, KAI Commuter melaksanakan program Mindset Change Tour. Program yang diharapkan dapat memantik Insan KAI Commuter untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan memberi dampak positif bagi perusahaan ini dilaksanakan di Depo KRL Bogor, Overhaul Depok, dan Depo KRL Depok pada 20 Juni 2025.

Direktur Teknik KAI Commuter Denny Haryanto dalam paparannya menjelaskan, pada dasarnya core business transportasi ialah keselamatan. Keselamatan transportasi didukung oleh pelayanan. Pelayanan yang diberikan berkaitan dengan ketepatan waktu. Sementara ketepatan waktu berhubungan dengan keandalan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan transportasi publik, memastikan keselamatan perjalanan Commuter Line merupakan hal yang sangat krusial bagi KAI Commuter. Keselamatan merupakan pilar utama bagi perusahaan dan tugas penting tersebut tentu dilakukan oleh orang-orang penting. Menurut Denny, perusahaan hanya akan menempatkan orang-orang penting untuk tugas-tugas penting.

“Kita diberi tugas merawat sarana supaya andal dan selamat. Divisi sarana merupakan pekerjaan penting karena menentukan jalan atau tidaknya perusahaan. Tugas penting ini diserahkan ke anda sekalian,” tegas Denny.

Denny menyayangkan tak sedikit Insan KAI Commuter yang bertugas di divisi sarana menganggap dirinya tidak penting. Banyak yang beranggapan bahwa tugas dan perannya di divisi sarana tak lebih penting dari para garda terdepan perusahaan seperti masinis. Padahal, baik masinis maupun pegawai yang memastikan keandalan sarana juga sama pentingnya, terutama dalam hal memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

Oleh karena itu Denny berharap, agar Insan KAI Commuter yang bekerja di divisi sarana untuk mengubah pola pikirnya dan menanamkan dalam benak mereka bahwa apa yang mereka kerjakan merupakan hal penting bagi perusahaan.

“KIta seringkali menganggap diri kita tidak penting. Padahal, apa yang kita kerjakan adalah pekerjaan penting. Maka, anda adalah orang penting di perusahaan ini,” jelas Denny.

Peduli Terhadap Diri dan Lingkungan Kerja

Lebih jauh Denny menjelaskan, ketika seseorang menganggap dirinya tidak penting biasanya berhenti untuk memperbaiki diri. Ketika seseorang berhenti untuk meningkatkan kualitas dirinya, maka ia tidak akan dihargai oleh orang lain dan pada akhirnya tidak lagi dipercaya untuk mengerjakan tugas-tugas penting oleh perusahaan.

Sementara orang yang menganggap dirinya penting senantiasa meningkatkan kualitas dirinya, baik dalam aspek kesehatan fisik dan mental, serta penampilan. Seseorang yang menyadari bahwa dirinya penting juga peduli terhadap lingkungan pekerjaannya. Ini terjadi lantaran orang yang menyadari bahwa dirinya penting akan memiliki rasa tanggung jawab dalam dirinya.

“Dengan munculnya rasa tanggung jawab dalam diri seseorang, maka sekecil apa pun potensi kesalahan akan dapat dihindari.”

 

Pullquote:

“KIta seringkali menganggap diri kita tidak penting. Padahal, apa yang kita kerjakan adalah pekerjaan penting.  Maka, anda adalah orang penting di perusahaan ini.”

Direktur Teknik KAI Commuter Denny Haryanto