Di tengah rutinitas menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman, Insan KAI Commuter juga hadir di ruang-ruang kelas, berbagi cerita dan pengetahuan kepada generasi muda. Di sana, yang dibagikan bukan hanya soal dunia perkeretaapian, tetapi juga pengalaman, nilai, dan cerita sederhana yang bisa membuka cara pandang anak-anak tentang mimpi dan masa depan.
Roni Raisman – Masinis Muda UPT Crew Jakarta Kota
Dikerubungi, Diajak Foto, hingga Tanda Tangan
“Mengajar anak SD jadi pengalaman yang berharga dan menyenangkan. Kami tidak hanya berbagi tentang perkeretaapian, tapi juga belajar membangun kedekatan dengan anak-anak.
Yang paling berkesan saat di SDN 08 Rawa Buaya Pagi. Antusiasme mereka luar biasa, kami sampai dikerubungi, diminta tanda tangan di tas dan topi, foto, bahkan ada yang menggambar lalu memberikannya.”
Kaszak – Masinis Muda UPT Crew Parung Panjang
Bahagia Bisa Berbagi
“KAI Commuter mengajar bukan sekadar mengajar, tetapi juga tempat saya belajar bagaimana memberikan informasi terkait profesi dan edukasi mengenai perkeretaapian, terutama keselamatan agar anak-anak tidak bermain di lintasan.
Pengalaman paling berkesan saat mengajar di Tenjo. Melihat antusias anak-anak melahirkan rasa bangga sekaligus bahagia.”
Oktavianus T Anggara – Staf Fairbox KAI Commuter
Senang dan Bangga Terlibat di KAI Commuter Mengajar
“Saya senang dan bangga menjadi bagian dari KAI Commuter Mengajar. Anak-anak sangat antusias karena kegiatan seperti ini merupakan hal baru dan tidak biasa bagi mereka.
Di KAI Commuter Mengajar ini, saya bisa melihat dan mendengar langsung semangat mereka bertanya bagaimana cara menjadi masinis dan menyampaikan cita-cita menjadi masinis di masa depan.”
Andiko Pangaribuan – CSOT Crew KA Depok
Senang Bisa Mengajar Lagi
“KAI Commuter Mengajar membuat saya flashblack ke masa lalu sebagai seorang pengajar. Ini momen yang saya nantikan karena sebagai pendidik saya sangat senang dan bahagia bisa bertemu generasi muda.
Kesempatan ini mengingatkan saya pada perjalanan hidup yang sudah sejauh ini. Mengajar, terutama etika transportasi publik, ternyata bisa disampaikan di mana saja—termasuk melalui profesi saya saat ini.”