Learning to Love What I Do

Share this article

Mencintai pekerjaan bukan hanya soal menemukan passion sejak awal, melainkan juga tentang bagaimana seseorang bertumbuh, beradaptasi, dan menemukan makna dari apa yang dikerjakan setiap hari. Ada yang langsung merasa klik, ada pula yang perlahan belajar mencintai perannya. 

Begitu pula Yudha Triputra Mulyadi. Memulai karier di KAI sebagai Pelaksana pada 2009, ia  kini mengampu jabatan sebagai Protokol Spesialis 2 di KAI Commuter. Bekerja di unit protokol bukanlah cita-citanya. Namun, seiring waktu, ia justru menemukan “klik”, titik di mana pekerjaan tak lagi sekadar kewajiban, melainkan dijalani dengan sepenuh hati.

Kapan pertama kali merasa klik dengan pekerjaan?
Saya dulu bercita-cita bekerja di televisi. Tapi jalan hidup membawa saya ke KAI pada 2009 dan mulai bertugas sebagai staf protokol pada 2013. Rasa klik itu muncul ketika melihat acara berjalan lancar. Ada kepuasan tersendiri saat semua yang kita siapkan bisa berjalan rapi.

Di awal perjalanan, apakah langsung menikmati?
Tidak juga. Di awal cukup berat, jam kerja tidak menentu, tekanan tinggi, dan harus cepat beradaptasi. Tapi saya berpikir, kalau terus tidak nyaman, saya tidak akan berkembang. Dari situ saya belajar untuk menerima dan akhirnya mencintai pekerjaan ini.

Berarti yang berubah adalah cara pandang?
Betul, cara pandang berubah, tapi peran juga ikut berkembang. Dari pelaksana di belakang layar, sekarang dipercaya memimpin tim. Tantangannya berbeda, tapi justru di situ proses belajarnya.

Apa yang paling bermakna dari pekerjaan ini?
Ketika sebuah acara berjalan lancar tanpa orang lain menyadari proses di baliknya. Kepuasan itu datang bukan dari sorotan, tapi dari keberhasilan menjaga semuanya tetap terkendali.

Apa yang membuat tetap bertahan sampai sekarang?
Setiap acara yang berhasil memberi energi baru. Walaupun di dunia protokol ada istilah tidak boleh mencari pujian. Keberhasilan acara adalah keharusan dan setiap kesalahan harus siap dievaluasi. 

Kalau berandai-andai, apa yang akan Anda sampaikan pada diri di awal karier?
Jangan hanya fokus pada hasil, tetapi nikmati prosesnya. Pekerjaan ini akan mengajarkan banyak hal—tentang kesabaran, ketelitian, dan komunikasi. Cinta terhadap pekerjaan tidak selalu datang di awal, tetapi tumbuh seiring waktu, pengalaman, dan pemahaman terhadap makna dari apa yang kita kerjakan. 

Ada tips untuk mencintai pekerjaan?

Ada beberapa hal, yakni pahami makna dan kontribusi pekerjaan, bukan hanya tugasnya. Terima bahwa setiap pekerjaan punya tantangan dan tekanan. Terus belajar dan berkembang agar tidak merasa stagnan. Bangun hubungan kerja yang baik dengan tim internal maupun lintas unit dan yang terpenting, temukan kepuasan dalam proses, bukan hanya hasil akhir.