Stasiun Tanah Abang meraih juara 5R Challenge periode Maret 2026 melalui penerapan budaya 5R yang membentuk lingkungan kerja lebih tertata dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
Di Stasiun Tanah Abang, budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) telah menjadi bagian dari aktivitas harian Insan KAI Commuter, terutama sebagai panduan dalam bekerja maupun dalam memastikan kenyamanan stasiun bagi pengguna Commuter Line.
Tanah Abang Station Leader Abdul Cholik menerangkan, 5R menjadi pedoman utama bagi Insan KAI Commuter dalam bekerja. Budaya kerja ini disampaikan dalam setiap briefing sebelum bekerja, baik saat apel pagi, siang, dan malam. Tujuannya, memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama akan budaya 5R.
“5R menjadi dasar aktivitas kami sehari-hari. Pedoman ini menjadi acuan bagi kami dalam memastikan kenyamanan stasiun bagi para pengguna Commuter Line,” terang Cholik.
Guna memastikan 5R diimplementasikan secara konsisten, manajemen melakukan pengawasan langsung dengan berkeliling ke berbagai area, mulai dari hall, taman, hingga toilet. Selain pengawasan, edukasi juga menjadi bagian penting. Pegawai dibekali pemahaman tentang cara merapikan area kerja, menyusun dokumen, serta menata peralatan agar tetap rapi dan mudah diakses.
Melalui pengawasan dan edukasi yang dilakukan secara konsisten, perlahan tumbuh inisiatif dari para pegawai. Hal ini terlihat pada penataan ruang penyimpanan peralatan kerja, seperti chemical. Dengan memanfaatkan material yang tersedia, para pegawai berinisiatif membuat rak sederhana agar barang tersusun rapi dan mudah diakses.

Dari Pembiasaan Menjadi Budaya Kerja
Lebih jauh Cholik menjelaskan, implementasi 5R membawa perubahan besar di lingkungan kerja Stasiun Tanah Abang. Lingkungan yang lebih rapi membuat pekerjaan pegawai terasa lebih ringan, sekaligus memudahkan aktivitas harian dan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kerapian serta kebersihan secara konsisten.
Menurut Cholik, penerapan 5R juga membentuk kebiasaan baru yang terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari. Budaya untuk selalu menjaga kebersihan yang dilakukan di tempat kerja perlahan menjadi kebiasaan, bahkan saat berada di rumah.
“Kalau sudah terbiasa, melihat sedikit kotor saja, rasanya tidak nyaman. Perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh saya, tetapi seluruh pegawai. Mereka menjadi lebih rajin dalam bekerja.”

Menularkan Semangat Perubahan
Cholik berharap, keberhasilan Stasiun Tanah Abang bisa menjadi inspirasi bagi stasiun lainnya. Menurutnya, ketika satu stasiun mampu menunjukkan perubahan, hal tersebut dapat mendorong stasiun lain untuk melakukan hal serupa sehingga meningkatkan kualitas layanan, baik bagi penumpang maupun bagi kenyamanan pegawai.
“Karena pada akhirnya, kita bekerja bukan sekadar menerima gaji. Ada satu hal penting yang harus kita jaga, yakni menciptakan kenyamanan baik bagi pegawai maupun penumpang. Kenyaman tersebut bisa kita ciptakan dengan konsisten menerapkan 5R.”