Dari Kampus Impian ke Dunia Perkeretaapian

Share this article

Menjadi vice president tak pernah ada bayangannya. Baginya, dalam bekerja, yang terpenting ialah terus belajar, konsisten, dan memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan

Sejak duduk di bangku SMA, Fajar Alam menyimpan satu keinginan, melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Di tengah upayanya mewujudkan hal itu, ia mendapat informasi dari temannya tentang rekrutmen PT KAI (Persero) yang menawarkan kesempatan kuliah dengan beasiswa. Bersaing bersama ratusan pendaftar dan melewati tujuh tahap seleksi, ia menjadi satu dari segelintir peserta yang berhasil lulus seleksi. 

“Saat itu saya melihat kesempatan untuk kuliah sambil bekerja. Apalagi kuliahnya di ITB, kampus impian saya. Alhamdulillah berhasil lulus dan bisa kuliah di ITB,” kenang Fajar. 

Setelah merampungkan pendidikan Teknik Mesin ITB pada 1997, ia memulai karier sebagai pelaksana di Balai Yasa. Seiring perjalanan kariernya yang terus berkembang, kesempatan belajar juga datang. 

 

Jepang dan Awal Tumbuhnya Kepercayaan Diri

Salah satu pengalaman yang paling berkesan terjadi pada 2009, saat KAI dipimpin oleh Ignasius Jonan. Saat itu, ia terpilih untuk mengikuti JR East Fellowship Program di Jepang, sebuah program pelatihan rolling stock maintenance selama tiga bulan.

“Saya merasa sangat beruntung dapat mengikuti program tersebut karena memperoleh kesempatan untuk mempelajari metode perawatan kereta api yang modern, sekaligus memahami budaya kerja Jepang yang disiplin dan terstruktur. Selain itu, saya juga berkesempatan berinteraksi dan bertukar wawasan dengan para peserta (trainees) dari berbagai negara di Asia, yang semakin memperkaya pengalaman dan perspektif saya di bidang perkeretaapian.”

 

Memahami Ulang Peran Logistik

Karier Fajar di dunia perkeretaapian boleh dikatakan lintas fungsi. Ia sempat bertugas sebagai inspektorat sarana, kemudian manajer sarana di Padang dengan tantangan merawat lokomotif berusia tua. Namun, sebagian besar perjalanannya banyak dihabiskan di bidang logistik. 

Pengalaman panjangnya di bidang logistik ini menjadi bekal penting baginya saat dipercaya mengampu jabatan sebagai VP Logistik di KAI Commuter.

Di KAI Commuter, ia dihadapkan pada tantangan baru. Lingkup pekerjaannya tidak lagi terbatas pada pengelolaan persediaan, tetapi mencakup seluruh proses pengadaan secara end to end, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyusunan HPS, proses procurement, hingga barang diterima dan didistribusikan ke unit terkait.

“Saat ditugaskan ke sini, saya cukup kaget. Jadi, saya harus belajar lagi, terutama memahami proses pengadaan dari awal sampai akhir, karena di sini semuanya dikelola oleh logistik.”

 

Manfaatkan Kesempatan dengan Belajar dan Berinovasi

Belajar, bagi Fajar, sudah menjadi kebiasaan. Ia menikmati proses memahami hal-hal baru, termasuk saat harus kembali mendalami bidang yang sempat lama tidak ia tangani. Semangat itu pula yang ingin ia tularkan kepada kepada Insan KAI Commuter. Semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kinerja. 

Menurutnya, selama memberikan yang terbaik, masa depan akan terbuka dengan sendirinya. “Saya tidak pernah membayangkan akan sampai di posisi VP. Yang penting, mau belajar, bekerja dengan baik dan konsisten.”