Semangat juang dan kekompakan menjadi faktor utama keberhasilan tim futsal KAI Commuter meraih juara pertama pada LRT Jabodetabek Cup 2025.
Keikutsertaan KAI Commuter dalam turnamen futsal LRT Jabodetabek Cup 2025 berbuah manis. Tim futsal KAI Commuter berhasil menyisihkan 15 tim futsal lainnya yang berasal dari berbagai industri dan institusi di bidang perekeretaapian dan keluar sebagai juara pertama futsal LRT Jabodetabek Cup 2025.
Gian Farhan menuturkan, perjalanan menuju juara tidak mudah. Di pertandingan pembuka, KAI Commuter langsung berhadapan dengan tim tuan rumah yang menurunkan skuat terbaiknya. Namun, berkat kerja sama solid, laga berat itu berhasil ditutup dengan kemenangan 4-1. Pada perempat final, tim futsal KAI Commuter berhasil menyingkirkan tim INKA sebelum melaju mulus di semifinal melawan Balai Yasa Manggarai.
“Tantangan terberat terjadi di final. Dari komposisi pemain, tim DAOP 1 tidak jauh berbeda, tetapi persiapan mereka jauh lebih matang. Meski kalah dalam penguasaan bola, efektivitas permainan KAI Commuter membuahkan dua gol tanpa balas sehingga kami bisa menjadi juara dalam ajang tersebut,” terang Gian.
Gian menambahkan, persiapan mengikuti kompetisi ini terbilang singkat. Tim Futsal KAI Commuter hanya melakukan dua kali latihan sebelum berlaga pada ajang tersebut. Mengenai strategi, Gian mengaku tidak mempersiapkan strategi khusus.
“Dengan waktu persiapan yang singkat, kami tidak menyiapkan strategi khusus. Namun, kami memiliki satu tekad yang sama, yakni menjadi juara.”

Terbentuk Sejak 2022
Tim futsal KAI Commuter sejatinya bukanlah tim yang baru terbentuk, melainkan sudah ada sejak peringatan Hari Perhubungan Nasional 2022. Karena sudah terbentuk cukup lama, para pemainnya sudah saling mengenal dan memahami gaya bermain satu sama lain. Hal ini membuat proses adaptasi pemain untuk mengikuti turnamen menjadi lebih mudah.
Kendati demikian, Romario menuturkan bahwa kendala utama bukan terletak pada kekompakan tim, melainkan pada faktor fisik pemain. Berasal dari unit-unit yang berbeda, para pemain kesulitan untuk mengatur waktu berlatih bersama. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap fisik dan performa tim saat bertanding.
“Menjaga kebugaran fisik adalah tanggung jawab individu, bukan tim. Tapi sebagian besar pemain cukup aktif berlatih, sehingga kondisi fisik mereka tetap terjaga dan mampu mengimbangi permainan rekan lainnya,” ujarnya.

Hadiah Untuk Ulang Tahun KAI Commuter
Regi Ladannis menambahkan, selain kekompakan dan semangat juang yang tinggi, keberhasilan tim futsal KAI Commuter meraih juara futsal LRT Jabodetabek Cup 2025 tidak terlepas dari dukungan manajemen. Dukungan tersebut hadir dalam bentuk fasilitas, motivasi, hingga berbagai sumber daya pendukung lainnya yang memungkinkan para pemain bisa tampil maksimal dan fokus selama turnamen.
Salah satu dukungan terbesar ialah menghadirkan mantan pemain sekaligus pelatih tim nasional futsal Indonesia, Benny Hera. Menurut Regi, kehadiran pelatih profesional yang memiliki rekam jejak yang yang sangat baik di bidang ini menjadikan tim futsal KAI Commuter memiliki strategi permainan yang matang.
“Kemenangan ini merupakan hadiah dari kami untuk ulang tahun ke-17 KAI Commuter. Kami berharap dapat terus mengikuti kompetisi dan mengharumkan nama KAI Commuter.”