KAI Commuter Wilayah II Bandung berhasil menjuarai 5R Challenge. Apresiasi atas konsistensi menciptakan lingkungan kerja rapi, nyaman, dan produktif bagi seluruh pegawai.
Guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggaungkan program 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Sebagai upaya menanamkan budaya 5R di seluruh Insan KAI, perusahaan menyelenggarakan 5R Challenge di lingkungan KAI Group.
Pada November 2025 lalu, KAI Commuter Wilayah II Bandung berhasil meraih predikat Juara 5R Challenge.
Human Capital and General Affair Junior Specialist 3 KAI Commuter, Dian Yulianti, mengatakan partisipasi KAI Commuter Wilayah II Bandung dalam 5R Challenge dilandasi semangat untuk mengukur praktik kerja sekaligus sarana evaluasi terhadap penerapan budaya kerja di lingkungan KAI Commuter Wilayah II Bandung.
“Kami merasa ini kesempatan untuk mengukur apa yang sudah kami lakukan selama ini di Wilayah II Bandung, apakah benar-benar sudah menerapkan 5R dengan baik,” ujarnya.
Menariknya, implementasi 5R di Wilayah II Bandung tidak dilakukan melalui pembagian tugas formal per unit. Pendekatan yang diambil justru berangkat dari kesadaran individu. Setiap pegawai didorong untuk mulai dari area kerja pribadi, menjaga meja tetap ringkas, menyimpan dokumen yang relevan, serta meminimalisir barang yang tidak diperlukan di ruang kerja.
Budaya kerja ini mulai terbentuk sejak kantor direnovasi dan ditata ulang. Pemilihan furnitur yang ringkas dan fungsional sengaja dilakukan untuk mendukung kebiasaan kerja yang lebih rapi. Di ruang kerja yang didesain sesuai kebutuhan, pegawai terbiasa hanya menaruh dokumen yang sedang diproses, sementara barang lainnya disimpan dengan rapi di loker.

Konsistensi Membentuk Mindset Produktif
Penerapan 5R di Wilayah II Bandung tidak hanya dipahami sebagai aktivitas merapikan ruang kerja, tetapi juga sebagai upaya membangun pola pikir kerja yang lebih terstruktur. Lingkungan yang bersih dan nyaman diyakini mampu memengaruhi fokus, efisiensi, serta kualitas kinerja secara keseluruhan.
“Kalau lingkungan kerja rapi dan nyaman, otomatis pikiran kita lebih jernih, lebih rapi, dan lebih terstruktur sehingga pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif dan terarah,” terang Dian.
Dian menambahkan, upaya menjaga konsistensi implementasi 5R dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan, bukan dengan pendekatan yang bersifat memaksa. Fasilitas kerja yang memadai, penataan area kerja pribadi, serta kegiatan rutin seperti Jumat Bersih menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan kebiasaan positif secara berkelanjutan.
Selain menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, penerapan 5R juga memberikan dampak nyata terhadap efisiensi kerja, khususnya dalam pengelolaan dokumen. Penataan yang lebih sistematis memudahkan proses pencarian dokumen penting sekaligus meminimalisir risiko kehilangan, yang sebelumnya sempat menjadi tantangan ketika tata ruang belum tertata optimal.

Lingkungan Kerja Nyaman, Kinerja Semakin Optimal
Human Capital KAI Commuter Yudi menambahkan, implementasi 5R di tempat kerja menghadirkan suasana kerja yang semakin kondusif. Lingkungan yang bersih, rapi, dan tertata menghadirkan kenyamanan psikologis yang berpengaruh pada fokus dan konsentrasi pegawai dalam bekerja.
“Kalau lingkungan kerja sudah rapi, bersih, dan tertata, kerja jadi lebih nyaman dan fokus. Suasana itu berpengaruh terhadap semangat dan pencapaian kinerja,” ungkapnya.
Ia berharap, praktik 5R dapat terus dilakukan secara konsisten oleh seluruh Insan KAI Commuter. “Mari adikan 5R ini sebagai kebiasaan sehari-hari di tempat kerja maupun di kehidupan sehari-hari. Intinya, mulai dari diri sendiri dan mengajak lingkungan kerja terdekat.”